Ketua Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Kartika Wirjoatmodjo menekankan pentingnya implementasi instrumen keuangan berkelanjutan, guna mengantisipasi ancaman perubahan iklim. Melalui Presidensi G20 di 2022, Indonesia juga mengajak negara anggota lain bergandengan tangan mencapai tujuan bersama itu.
"Kita mengajak pemangku kepentingan beradaptasi dengan perubahan iklim signifikan untuk mencegah serangan pada ekonomi akibat krisis pemanasan global," seru Tiko dalam Seminar G20: Scaling Up The Utilization of Sustainable Financial Instruments, Jumat (18/2).
Wakil Menteri BUMN II ini juga mengatakan, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bertumpu pada inisiatif global untuk menghadapi ancaman perubahan iklim. Presidensi Italia pada 2021 lalu juga telah membentuk G20 Sustainable Finance Working Group (G20 SFWG), untuk mengembangkan peta jalan keuangan berkelanjutan di antara negara anggota G20, yang berfokus pada perubahan iklim.
"G20 SFWG juga juga pegang kepentingan untuk mengatasi perubahan iklim dan melindungi lingkungan lewat produk hijau dan berkelanjutan," imbuhnya.
Di luar forum G20, berbagai negara dunia juga sudah berkomitmen menindaki ancaman climate change melalui Paris Agreement hingga Konferensi Perubahan Iklim PBB atau COP26 di Glassgow, Skotlandia pada 2021 lalu.
"Dalam agenda perubahan iklim, pemerintah berkomitmen kuat mengurangi emisi karbon, pencemaran lingkungan, hingga mengurangi dampak pemanasan global sebesar 1,5 derajat celcius," jelasnya.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com