Staf Ahli Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Suminto menilai bahwa pandemi Covid-19 bisa dijadikan momentum untuk mengembangkan keuangan berkelanjutan berbasis environmental, social, and governance (ESG).
Pandemi memang menjadi suatu bencana bagi kemanusiaan, dan perekonomian. Namun, di sisi lain, pandemi membuka peluang bagi Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan ekonomi hijau.
"Jika kita mengaitkan pandemi dengan sustainability finance, maka sesungguhnya pandemi tentu merupakan akar satu bencana bagi kemanusiaan bagi perekonomian bagi sektor keuangan. Namun kita juga perlu mengambil momentum dari pandemi untuk terus mengembangkan ekonomi hijau," kata Suminto.
Bahkan, kata Suminto, diberbagai forum global bahkan ditegaskan semua pihak bisa menjadikan pandemi Covid-19 ini sebagai momentum mengembangkan ekonomi hijau.
Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia di dorong sebisa mungkin harus menggerakkan semua instrumen yang dimiliki, begitupun otoritas untuk mendukung momen tersebut.
Di sisi lain, Kementerian Keuangan mengapresiasi kinerja pasar modal tahun 2021 yang mencatatkan rekor total nilai penghimpunan dana sebesar Rp363,28 triliun melalui 194 emisi efek. Di mana, nilai penghimpunan dana didominasi oleh penawaran umum terbatas yang mencapai Rp192,47 triliun.
"Jumlah emiten baru yang melantai di BEI pada 2021 tercatat 53 perusahaan. Jumlah investor pasar modal juga mengalami kenaikan signifikan, yaitu naik 93 persen menjadi 7,49 juta investor," pungkas Suminto.
Reporter: Tira Santia
Sumber: Liputan6.com