Pengusaha Optimistis Pemulihan Ekonomi Berlanjut Tahun ini, Berikut Alasannya

Direktur Eksekutif Lippo Grup, John Riady memprediksi, perekonomian nasional mulai menunjukkan optimisme pemulihan. Ini seiring laju pertumbuhan ekonomi yang positif pada rentang 3,5 persen - 4 persen sepanjang 2021.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
Pengusaha Optimistis Pemulihan Ekonomi Berlanjut Tahun ini, Berikut Alasannya
Ceo Lippo Karawaci, John Riady. ©2019 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Direktur Eksekutif Lippo Grup, John Riady memprediksi,perekonomian nasional mulai menunjukkan optimisme pemulihan. Ini seiring laju pertumbuhan ekonomi yang positif pada rentang 3,5 persen - 4 persen sepanjang 2021.

Selain itu, dia menjelaskan kemunculan varian omicron diperkirakan tidak akan separah saat munculnya varian Delta. Mengingat pelaksanaan program vaksinasi nasional telah berjalan dan adanya program vaksin booster. Dia menilai kesuksesan program vaksinasi yang akan dilanjutkan pada 2022 akan membuat pandemi Covid-19 akan jauh lebih terkendali.

"Karena prosentase masyarakat yang telah divaksin lengkap akan semakin tinggi, pemerintah pun sigap mempersiapkan langkah mitigasi dan strategi yang sejauh ini terbukti berhasil," katanyadalam keterangan resmi yang diterima merdeka.com, Jakarta, Senin (10/1).

Hanya saja, menurutnya pagebluk berskala global masih membayangi langkah dan strategi perekonomian. Ini sebagai akibat ganguan terhadap rantai pasok yang telah memicu terjadinya inflasi di beberapa negara maju. Selain itu, juga dipicu kebijakan pemangkasan bunga dan pencetakan uang sebelumnya.

"Tentunya, hal ini juga akan berpengaruh terhadap perekonomian nasional. Terutama berimbas terhadap arus masuk dan keluar modal dari luar yang juga akan mempengaruhi nilai tukar maupun pasar keuangan," tuturnya.

Meskipun begitu, Indonesia dinilai masih memiliki potensi untuk memetik pertumbuhan yang positif pada tahun 2022. Tercermin dari optimisme pemerintah melalui Kementerian Keuangan yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional akan berada pada rentang 4,7 persen sampai 5,5 persen. Bahkan lembaga global seperti Bloomberg mematok pertumbuhan ekonomi RI di kisaran 5,2 persen di tahun 2022.

"Meskipun terdapat beberapa tantangan dari sisi makro terkait inflasi hingga pertumbuhan kredit yang minim, masih terdapat banyak peluang yang bisa digali demi meraih pertumbuhan maksimal pada tahun ini," kata dia mengakhiri.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 berada pada rentang 4 persen hingga 5 persen. Inflasi diproyeksi sebesar 3 persen, sementara nilai tukar berada pada rentang Rp14.500 hingga Rp15.000 per USD.

Ketua Umum Apindo, Haryadi Sukamdani mengatakan, rentang proyeksi pertumbuhan dengan mempertimbangkan 3 hal utama. Pertama, pemulihan ekonomi yang mulai membaik secara bertahap.

Pemulihan ekonomi dinilai cukup konsisten pada tahun ini. Hal ini di antaranya sebagai hasil dari sejumlah program proteksi sosial dan pemulihan ekonomi nasional (PEN).

"Kedua, vaksinasi masyarakat yang berlangsung cukup baik," kata Hariyadi dalam konferensi pers, Jakarta, Kamis (9/12).

Vaksinasi dinilai cukup baik, meskipun masih banyak wilayah tertinggal di luar Jawa-Bali. Tumbuhnya kedisiplinan perilaku kesehatan masyarakat di satu sisi memberi dampak positif.

"Hal yang perlu diwaspadai adalah munculnya varian baru Covid yang mengkhawatirkan di sisi lain," kata Hariyadi.

Perekonomian juga akan dipengaruhi oleh terbitnya undang-undang nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Meskipun dengan catatan khusus terkait putusan inkonstitusional bersyarat oleh Mahkamah Konstitusi terhadap UU tersebut.

Rekomendasi