Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp363,3 triliun terdiri dari 194 emiten selama 2021. Angka ini jauh lebih tinggi jika dibandingkan posisi 2020 yang hanya tercatat Rp118 triliun.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso menyebut, penghimpunan dana tersebut bersumber dari sektor teknologi dan keuangan. Capaian ini pun menjadi modal ke depan bagi Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk bisa lebih baik dan berkembang.
"Ini jauh dari ekspektasi kita semua," katanya dalam Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia 2022, Senin (3/1).
Di samping itu, posisi investor selama 2021 juga mengalami peningkatan signifikan. Dari sebelumnya hanya 3,8 juta kini menjadi 7,5 juta investor sampai dengan akhir tahun 2021.
"Ini menunjukkan bahwa banyak investor-investor terutama investor ritel ini. Dapat kami sampaikan milenial banyak konsumsi sekarang banyak nabung terutama di saham," katanya.
Sementara, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga jauh dari ekspetasi. Posisi IHSG menyentuh level 6.561,48. "Kalau kita invest return-nya sudah 40,8 persen ini adalah termasuk jajaran terbaik di Asia diantara negara negara lain," pungkasnya.