Mobil Rakyat Dijual Rp 240 Juta, Menperin Agus Upayakan Harga Bisa Lebih Murah

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengajukan, penghapusan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) khusus untuk produk mobil rakyat kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Menperin menyampaikan bahwa industri otomotif merupakan kunci dari pertumbuhan ekonomi sebuah negara.

Bimo Pratomo
Oleh Bimo Pratomo - Reporter
Mobil Rakyat Dijual Rp 240 Juta, Menperin Agus Upayakan Harga Bisa Lebih Murah
Menkoperek dan Menperin buka GIIAS 2021. ©2021 Liputan6.com/Angga Yuniar

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengajukan, penghapusan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) khusus untuk produk mobil rakyat kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Menperin menyampaikan bahwa industri otomotif merupakan kunci dari pertumbuhan ekonomi sebuah negara.

"Mobil rakyat itu yang harganya Rp240 juta. Itu bukan merupakan barang mewah, jadi kami sudah mengajukan penghapusan PPnBM untuk mobil rakyat itu," kata Menperin seperti dikutip dari Antara saat menggelar konferensi pers akhir tahun di Jakarta, Rabu (29/10).

Selain dijual dengan harga Rp240 juta, Kemenperin mendefinisikan mobil rakyat sebagai mobil dengan kapasitas mesin maksimal 1.500 cc dan memenuhi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) hingga 80 persen.

"Dengan harga Rp240 juta itu jelas lebih murah dibandingkan mobil lainnya. Selain itu, TKDN 80 persen itu bisa dikatakan bahwa itu mobil Indonesia," ujar Menteri Agus.

Insentif Karbon

Selain itu, Menperin juga telah mengajukan insentif yang berbasis emisi karbon, di mana semakin kecil kendaraan menghasilkan emisi karbon, maka akan semakin kecil pula pengenaan pajaknya.

"Jadi, ini kami ajukan juga kepada Menkeu untuk dapat ditindaklanjuti," ujar Menteri Agus.

Sedangkan, terkait diskon PPnBM untuk industri otomotif yang akan berakhir pada akhir 2021, Menperin belum memastikan apakah kebijakan tersebut akan berlanjut atau tidak.

Rekomendasi