Di Balik Kebijakan Pemerintah Tak Lakukan Pengetatan di Akhir Tahun 2021

Cara ini dianggap mampu menggerakkan ekonomi nasional. Terbukti adanya pergerakan masyarakat keluar kota selama musim libur akhir tahun.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
Di Balik Kebijakan Pemerintah Tak Lakukan Pengetatan di Akhir Tahun 2021
Arus Mudik Tol Cikampek. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori

Menjelang akhir tahun 2021, pemerintah tidak lagi memberlakukan pengetatan kebijakan mobilitas masyarakat. Strategi ini dinilai sebagai upaya pemerintah meningkatkan pertumbuhan ekonomi di akhir kuartal IV-2021.

"Strategi ini untuk mengerek konsumsi masyarakat agar meningkat," kata Ekonom Ibrahim Assuaibi dalam pesan singkatnya, Jakarta, Minggu (26/12).

Apalagi tingkat konsumsi masyarakat pada kuartal III-2021 hanya 1,32 persen. Cara ini dianggap mampu menggerakkan ekonomi nasional. Terbukti adanya pergerakan masyarakat keluar kota selama musim libur akhir tahun.

"Terbukti adanya eksodus besar-besaran keluar kota telah terjadi," kata dia.

Menurutnya saat ini Indonesia sedang mengejar target pertumbuhan ekonomi di tahun 2021 sebesar 4 persen. Sehinggaadanya tren tersebut dia optimis pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa mencapai 4 persen.

"Saya optimis target pertumbuhan tercapai di tahun 2021," kata dia mengakhiri.

Angka tersebut diharapkan naik drastis dari capaian tahun lalu yang hanya tumbuh -2,07 persen.

Varian Omicron Ganggu Pertumbuhan Ekonomi

Pertengahan kuartal IV tahun 2021 muncul varian terbaru dari virus corona, omicron. Varian asal Afrika Selatan ini berpotensi mengganggu pertumbuhan ekonomi global di akhir tahun. Kemunculannya menambah beban peningkatan inflasi yang terjadi di sejumlah negara.

Mengutip data terkini dari Bloomberg, pada 3 bulan terakhir ekonomi global hanya berkembang 0,7 persen. Angka ini lebih rendah dari perkembangan 2 bulan di kuartal III yang bisa tumbuh sekitar 1 persen.

Kepala Ekonom Bloomberg, Tom Orlik mengatakan, kinerja pertumbuhan ekonomi global di akhir tahun berisiko setelah munculnya varian omicron. Keberadaannya mampu mengganggu rencana pertumbuhan ekonomi dunia.

"Saat 2021 berakhir, risiko pemulihan ekonomi global terlempar keluar jalur karena varian omicron," kata Tom dilansir dari Bloomberg.com, Jakarta, Minggu (26/12).

Pertumbuhan ekonomi di kawasan Euro berada pada kecepatan ekspansi 0,8 persen selama 3 bulan kuartal IV tahun ini. Angka ini lebih rendah 0,3 persen dari proyeksi pada bulan November.

Sementara itu, yang terjadi di Amerika Serikat justru menguat dengan kecepatan 1,2 persen. China pada kuartal IV ini juga menunjukkan tren pelemahan ke tingkat 4,5 persen. Brazil turun ke level 0,2 persen. Sedangkan Rusia, India dan Afrika Selatan juga tergelincir.

Rekomendasi