Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal IV akan tetap tumbuh positif. Syaratnya, langkah antisipasi pemerintah terhadap munculnya varian omicron dilakukan dengan cepat.
"Kalau antisipasi pemerintah cepat maka efek ke pertumbuhan ekonomi pada kuartal ke IV maupun tahun 2022 masih terjaga positif," tutur Bhima saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Senin (29/11).
Diharapkan antisipasi yang dilakukan pemerintah bukan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Sebab akan berdampak pada pergerakan mobilitas yang menjadi denyut pertumbuhan ekonomi nasional.
"Harapannya tidak ada ppkm ketat lagi di level 3 maupun 4," kata dia.
Di sisi lain, pemerintah harus memberikan dukungan bantuan sosial produktif. Tujuannya untuk mempercepat pemulihan daya beli masyarakat.
Bantuan bisa diberikan lewat program Bantuan Subsidi Upah (BSU), Bantuan Usaha Produktif UMKM dan bekerja sama dengan platform digital untuk membuka pasar online. Sehingga para pelaku UMKM bisa tetap berjualan, di tengah munculnya ancaman varian omicron.
"Ini agar UMKM tetap bertahan meski ada ancaman terhambatnya mobilitas ke tempat ritel fisik," kata dia.