Per September 2021, Jamkrindo Beri Penjaminan Kredit Modal Kerja UMKM Rp21 Triliun

Rincian penjaminan yaitu PT Jamkrindo senilai Rp14,297 triliun dan PT Jamsyar senilai Rp7,179 triliun. Dari total dana ini, perusahaan mencatat jumlah debitur terjamin sebanyak 1.422.958 UMKM.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Per September 2021, Jamkrindo Beri Penjaminan Kredit Modal Kerja UMKM Rp21 Triliun
UMKM. ©2020 Merdeka.com

Pandemi Covid-19 berdampak ke semua sendi kehidupan. Tak terkecuali sektor UMKM ikut terdampak, meski pada krisis ekonomi 1998 sektor ini menjadi tulang punggung perekonomian. Perusahaan BUMN, PT Jamkrindo ikut diperaya pemerintah untuk membantu UMKM dan turut berkontribusi dalam program pemulihan ekonomi nasional.

Perusahaan pelat merah ini memberi penjamin kredit Kredit Modal kerja (KMK) PEN yang disalurkan perbankan kepada pelaku UMKM. Adanya program KMK PEN ini menjadi bukti dukungan pemerintah untuk melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan ekonomi para pelaku Usaha dalam menjalankan usahanya.

"Dengan adanya program PEN maka UMKM dapat terus bergeliat dalam menjalankan usahanya," ujar Direktur MSDM, Umum dan Kepatuhan PT Jamkrindo, Sulis Usdoko di Jakarta, Kamis (28/10).

Tercatat, hingga September 2021, Jamkrindo bersama dengan anak usahanya PT Penjaminan Jamkrindo Syariah (Jamsyar), telah mencatatkan volume penjaminan PEN senilai Rp21,477 triliun dengan rincian PT Jamkrindo senilai Rp14,297 triliun dan PT Jamsyar senilai Rp7,179 triliun. Dari total dana ini, perusahaan mencatat jumlah debitur terjamin sebanyak 1.422.958 UMKM.

"Selain berkontribusi pada program Penjaminan KMK PEN, Jamkrindo juga menyelenggarakan berbagai program dan pendampingan untuk UMKM, termasuk juga menyalurkan program pendanaan usaha mikro dan Kecil (PUKM) yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kemampuan para pelaku UMKM agar menjadi tangguh dan mandiri dan dapat memberikan multiplier effect bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat," lanjut Sulis.

Guna terus mendukung UMKM, Jamkrindo memberikan apresiasi bagi para pelaku usaha melalui Jamkrindo UMKM Appreciation Awards 2021. Kegiatan yang telah dilaksanakan ketiga kalinya tersebut merupakan ajang pemberian apresiasi dan penghargaan bagi para pelaku UMKM, khususnya para mitra terjamin dan juga mitra binaan Jamkrindo.
Sulis mengakui, UMKM memiliki peran strategis dalam perkembangan ekonomi nasional, serta menjadi kunci percepatan pemulihan ekonomi di masa pandemi. Dia berharap, pemberian apresiasi tersebut dapat meningkatkan semangat para pelaku UMKM untuk bangkit dan berkontribusi optimal bagi pemulihan ekonomi nasional.

Sebagai perusahaan penjamin, Jamkrindo juga berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung kemajuan UMKM, baik pemerintah (Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian BUMN, dan Kementerian Koperasi dan UKM), Lembaga keuangan, maupun para pegiat dan komunitas UMKM di seluruh Indonesia.

Hal Penting Dalam Pembinaan UMKM

Berkaca pengalamannya dalam mengembangkan UMKM, Sulis mengatakan, ada tiga hal penting dalam pembinaan UMKM, yaitu komitmen, kapasitas dan konsistensi atau K3. Konsep K3 ini mirip dengan konstruksi sebuah rumah, komitmen merupakan fondasi, sementara kapasitas merupakan tiang dan tembok. Adapun konsistensi merupakan atap yang melindungi struktur rumah dan penghuni.

"Untuk mengoptimalkan peran UMKM dalam perekonomian nasional diperlukan kolaborasi, yang di dalamnya terdapat komitmen seluruh pihak sebagai pondasi, peningkatan kapasitas untuk melakukan akselerasi, dan tak kalah penting ialah konsistensi. Tanpa konsistensi, hampir pasti semua perencanaan dan strategi implementasi akan gagal," ujarnya.

Dia mengungkapkan, untuk memajukan UMKM diperlukan lebih dari sekadar pendampingan dan pemberdayaan. UMKM perlu dihubungkan ekosistem ekonomi dan bisnis yang inovatif dan berbasis digitalisasi. "Tahun 2022 kami akan membuat roadmap menjaring mitra UMKM, sehingga para mitra UMKM Jamkrindo dapat terhubung dalam satu networking ekosistem yang lebih luas," tutupnya.

Rekomendasi