Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Teten Masduki mengakui bahwa rasio kredit perbankan untuk UMKM di Indonesia masih sangat rendah. Adapun rasio perbankan tersebut baru mencapai 20 persen.
"Pertama, masih rendahnya rasio kredit perbankan untuk UMKM yaitu baru sekitar 20 persen," kata Teten dalam diskusi online, Jakarta, Jumat (20/8).
Angka tersebut, kata Teten masih lebih rendah bila dibandingkan dengan rasio kredit perbankan untuk UMKM di Malaysia dan Singapura. Begitu pula jika dibandingkan beberapa negara lainnya.
"Lebih rendah dari Singapura yang sudah mencapai 39 persen, Malaysia sudah 51 persen, Jepang sudah 66 persen, Korea Selatan 81 persen. Kita masih sangat jauh dibandingkan negara tetangga," katanya.
Teten melanjutkan, jika ditelisik lebih dalam, terdapat 30 juta usaha menengah di Indonesia yang belum mengakses pembiayaan formal. Sebanyak 5 juta di antaranya masih mengandalkan pinjaman ke rentenir dengan bunga tinggi.
"Terdapat 30 juta usaha menengah yang belum mengakses pembiayaan formal. 7 juta di antaranya meminjam ke kerabat, 5 juta ke rentenir dan 18 juta sisanya belum mendapat pembiayaan. Ini adalah perdagangan di pasar, nelayan dan petani," tandasnya.