Luhut: Kalau 60 Persen Masyarakat Patuh Protokol Kesehatan, Itu Sudah Luar Biasa

Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa dan Bali Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan dalam setiap pengambilan keputusan dalam penanganan pandemi Covid-19 pemerintah selalu melibatkan para pemangku kepentingan. Tak terkecuali para akademisi dari berbagai kampus dan daerah di Indonesia.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
Luhut: Kalau 60 Persen Masyarakat Patuh Protokol Kesehatan, Itu Sudah Luar Biasa
Luhut Panjaitan. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa dan Bali Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan dalam setiap pengambilan keputusan dalam penanganan pandemi Covid-19 pemerintah selalu melibatkan para pemangku kepentingan. Tak terkecuali para akademisi dari berbagai kampus dan daerah di Indonesia.

"Kami mendengarkan banyak orang. Kami mendengarkan guru besar FK UI, asosiasi profesi kedokteran, Universitas Airlangga, UGM, dan lainnya," kata dalam sebuah diskusi virtual, Jakarta, Selasa (20/7).

Dia menegaskan, dalam situasi saat ini ada beberapa hal yang secara garis besar yang perlu diketahui dan dipahami oleh publik atau masyarakat luas. Pertama ialah terkait dengan penanganan di hulu yang membutuhkan dukungan masyarakat. Hal ini menjadi kunci dalam pelaksanaan penerapan protokol kesehatan.

Luhut ingin, masyarakat turut serta mendukung pemerintah. Minimal 60 persen masyarakat menaati protokol kesehatan agar pengendalian virus segera bisa ditangani.

"Bagaimana mereka bisa patuh pada protokol kesehatan. Saya tidak minta 100 persen, kalau 60 persen saja sudah luar biasa," ungkap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ini.

Kedua, berkaitan dengan kebutuhan dan pemenuhan oksigen, obat dan tenaga kesehatan, tempat tidur dan vaksinasi. Terkait kebutuhan rumah sakit pemerintah telah mampu menyiapkan kebutuhan ini. Khususnya di kota-kota besar telah tersedia 3.500 tempat tidur yang diperuntukkan bagi pasien Covid-19.

"Masalah rumah sakit atau tempat tidur sekarang kita bangun, Jakarta aja 3.500 atau lebih dan seluruh kota-kota besar sekarang kita bangun tempat-tempat karantina dan pengobatan-pengobatan di ICU," kata dia.

Mengenai obat, dia mengakui dalam sebulan ini stoknya sedikit mengalami kendala. Sebab, Biofarma hanya mampu memproduksi atau memenuhi 22 juta dosis dalam 1 bulan. Luhut memastikan mulai bulan depan Biofarma telah mampu memproduksi hingga 50 juta per bulan.

"Tapi mulai bulan depan sudah bisa sampai 30-50 juta satu bulan," kata dia.

Di atas itu semua, Luhut menyadari betul betapa pentingnya upaya penangan yang optimal dilakukan di hulu. Sehingga upaya-upaya berikut atau terusnya dapat berjalan dengan baik dan lancar. "Ini sangat penting, di tengah ini kita bisa manage (atur). Sekarang sudah ada varian delta, sudah ada varian baru, jadi kita siap-siap menghadapi dinamika ini," tambahnya.

Sisi lain, Luhut menekankan pemerintah akan terus berupaya semaksimal mungkin memberikan yang terbaik dalam penanggulangan pandemi ini. Dia berharap semua pihak mau ikut serta dan membantu pemerintah serta mengajak masyarakat untuk tetap taat protokol kesehatan.

"Percayalah kita bikin yang terbaik, kita bisa lakukan. Pasti ada kurangnya tapi dengan masukan teman-teman sekalian saya sangat apresiasi sekali," pungkasnya.

Rekomendasi