Sederet Potensi Keuntungan Aset Kripto untuk Perekonomian Negara

Aset kripto diharapkan dapat memberikan manfaat yang optimal kepada perekonomian dengan kehadiran bursa khusus pada akhir tahun ini. Hal ini menyusul rencana Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappeti) yang sedang menyiapkan bursa khusus aset kripto.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Sederet Potensi Keuntungan Aset Kripto untuk Perekonomian Negara
Mata uang kripto selain Bitcoin. ©2018 Merdeka.com

Aset kripto diharapkan dapat memberikan manfaat yang optimal kepada perekonomian dengan kehadiran bursa khusus pada akhir tahun ini. Hal ini menyusul rencana Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappeti) yang sedang menyiapkan bursa khusus aset kripto.

Wakil Direktur Institute For Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listiyanto mengatakan, sejauh ini aset kripto belum berperan dalam pertumbuhan perekonomian negara. Tidak seperti instrumen investasi lain, misalnya obligasi yang terbukti memberikan manfaat untuk pembangunan.

Sehingga, selama konteksnya belum bisa masuk ke dalam sektor riil, seperti obligasi, maka dampaknya tidak ada atau masih kecil terhadap perekonomian.

"Mudah-mudahan nanti ada (manfaat aset kripto) ketika pasar bursa hadir. Kita lihat nanti, apakah itu akan menjadi model atau sumber dana baru bagi perekonomian, atau hanya sekadar berputar di dalam transaksi mereka, tapi tidak masuk ke sektor riil. Sejauh tidak masuk ke sektor riil, ya sebetulnya manfaatnya kecil," jelas Eko dalam diskusi Plus-Minus Investasi Aset Kripto pada Kamis (24/6).

Kendati demikian, Eko menilai teknologi yang digunakan dalam sistem aset kripto sebenarnya sangat bermanfaat. Dalam hal ini termasuk bisa digunakan untuk kebijakan moneter.

"Karena kalau misalkan ada mata uang digital, ongkos cetak uang menjadi lebih rendah. Kemudian digantikan untuk ongkos pengamanan teknologi dan lainnya," tuturnya.

Selain itu, teknologi blockchain yang bersifat cepat, real time, akuntabel, dan transparan, juga dapat mengatasi persoalan data pemerintah yang selama ini menjadi celah untuk potensi korupsi.

"Bayangan kami, teknologi blockchain akan menjadi tren ke depan di dunia, termasuk aspek tool untuk keuangan. Hanya bentuknya mungkin masih akan terus dieksplorasi oleh sejumlah negara yang bank sentralnya masih eksplorasi bagaimana bentuk yang pas menerapkan mata uang digital," ungkap Eko.

Reporter: Andina Librianty

Sumber: Liputan6

Rekomendasi