Direktur Bisnis Kecil dan Menengah BRI, Amam Sukriyanto memastikan ekosistem perdagangan digital tidak akan ditinggalkan ketika pandemi Covid-19 telah terkendali dan masyarakat beraktivitas kembali seperti semula. Sebab, kenyamanan masyarakat dalam bertransaksi online tidak akan ditinggalkan setelah pandemi berlalu.
"Semakin transaksi ini nyaman, maka tidak akan ditinggalkan. Apalagi saat ini semua pihak sedang berupaya untuk membuat masyarakat semakin nyaman dalam bertransaksi online," kata dia.
Bisnis UMKM tidak akan kehilangan peminat karena Indonesia merupakan target pasar yang besar dengan jumlah penduduk mencapai 270 juta. Belum lagi, sebagian produk UMKM juga sudah mulai diekspor ke luar negeri.
Amam mengatakan Bank BRI sebagai penyalur pembiayaan pun tidak akan berdiam diri melihat kondisi pelaku UMKM saat ini. Pihaknya tidak hanya memberikan pinjaman saja, tetapi juga melkukan pendampingan agar pelaku usaha bisa mengembangkan bisnisnya.
"Kami ini tidak hanya memberikan kredit saja, tapi kita kasih pendampingan agar pelaku usaha bisa naik kelas," kata dia.
Dalam pendampingannya, Bank BRI mengarahkan para pelaku usaha untuk bertransformasi ke digital. Mulai dari mendorong untuk masuk ke platform digital hingga membuatkan website khusus jual beli online sendiri.
Amam menambahkan, secara bertahap pihaknya mendorong agar pelaku usaha juga masuk ke ekosistem perdagangan yang lebih luas. Dari tingkat lokal ke tingkat nasional, lalu diperkenalkan dengan pasar global agar produknya bisa diekspor.
"Kita ajak mereka juga untuk mulai mengenal pasar global sebagai eksportir," kata dia.
Amam menambahkan kinerja produk UMKM sejak tahun 2019 terus mengalami peningkatan. Tahun 2019 tercatat ekspor produk UMKM sebesar USD 32 juta. Lalu di tahun 2020 mencapai USD 50 juta. Dia memperkirakan nilai ekspor akan kembali naik di tahun ini.
"Sekarang juga bisa meningkat lagi baik dari nilai maupun volumenya," tandasnya.