Berani Berubah: EO Tak Gengsi Jadi Kurir Makanan

Malvin tidak pernah merasa gengsi dengan profesi ini. Menurutnya, selagi pekerjaan itu halal, maka akan mendapat berkah di kehidupannya

Fellyanda Suci Agiesta
Oleh Fellyanda Suci Agiesta - Reporter
Berani Berubah: EO Tak Gengsi Jadi Kurir Makanan
EO Tak Gengsi Jadi Kurir. istimewa

Malvin membuat perubahan besar di masa hidupnya. Mantan EO ini banting setir menjadi kurir pengirim makanan. Sudah satu tahun Malvin menjalani profesi ini. Suka duka sudah ia rasakan.

Malvin bercerita, di masa pandemi bisnis event organizer miliknya terpuruk. Malvin dan teman-temannya sulit mendapat pemasukan. Akhirnya Malvin terpaksa menghentikan bisnis EO miliknya.

Malvin tidak bisa berdiam diri. Dia dan sang adik harus bisa bertahan di masa pandemi.

"Dan disitulah saya berpikir bahwa saya harus melakukan sebuah perubahan. Ada hal-hal yang harus lakukan demi untuk saya memiliki pendapatan yang tetap ada," kata Malvin.

Perubahan dimulai. Pada Januari 2020, Malvin mendaftarkan diri menjadi kurir pengantar makanan. Dia tidak malu menjalani profesi ini. Bahkan dia menikmati. Mengambil sisi positif dari profesi seorang kurir.

Selama menjadi kurir, Malvin mendapat banyak kawan, cerita dan pengalaman yang tidak ternilai.

Malvin mulai beraktivitas setiap pukul 9 pagi. Dia menggunakan sepeda listrik untuk mengantar makanan. Radius pengantarannya masih terbilang dekat. Sehingga pelanggan tidak perlu menunggu lama.

"Radius pengantarannya pun adalah radius pengantaran yang masih terjangkau dengan sepeda. Sehingga pelanggan tidak merasa makanannya lama," kata Malvin.

Malvin tidak pernah merasa gengsi dengan profesi ini. Menurutnya, selagi pekerjaan itu halal, maka akan mendapat berkah di kehidupannya.

"Jadi saya tidak ada rasa gengsi sedikitpun. Baik dengan saudara, dengan teman, sahabat, atau dengan orang-orang yang mengenal saya sebelumnya," kata Malvin.

Rekomendasi