Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan segera menyalurkan dana hibah pariwisata sebesar Rp 3,7 triliun. Dana ini diharapkan menjadi penyemangat para pelaku industri pariwisata, terlebih usai kembali mendapat tekanan saat masa pembatasan mudik.
Hal tersebut diungkapkan oleh Menparekraf, Sandiaga Uno. Dia mengakui bahwa pembatasan saat mudik Lebaran 2021 berdampak pada bisnis di sektor pariwisata.
"Harapannya jumlah Rp 3,7 triliun ini bisa membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, serta memberikan semangat karena kemarin dengan adanya pembatasan saat mudik Lebaran, sebagian dari mereka juga mengalami penurunan pendapatan secara signifikan," kata Menteri Sandiaga di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis (20/5).
Menteri Sandiaga mengungkapkan pihaknya terus mengupayakan dukungan untuk sektor pariwisata yang juga terdampak pandemi Covid-19.
Bantuan pun direncanakan menjangkau lapisan terbawah di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Terkait hal ini, katanya, Kemenparekraf akan bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan.
"Jadi tadi saya juga bertukar pikiran dengan ibu Menaker bahwa dengan adanya BPJS Ketenagakerjaan data-datanya, bisa juga kita menjangkau langsung ke lapisan terbawah dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," jelas Menteri Sandiaga.
Advertisement
Sandiaga Uno Tambah Dana Hibah Pariwisata Jadi Rp3,7 Triliun Tahun Ini
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno memastikan dana hibah sektor pariwisata akan tetap berjalan tahun ini. Tahun lalu pemerintah menyalurkan dana hibah pariwisata sebesar Rp2,2 triliun kepada 6.700 hotel dan 7.600 restoran. Alokasi anggaran tahun ini diperkirakan naik menjadi Rp3,7 triliun.
"Mudah-mudahan bisa dipersiapkan dengan lebih baik. Tahun ini alokasi anggaran sudah ada dan naik, estimasinya antara Rp, 2,7 hingga Rp3,7 triliun. Itu yang kita ajukan," kata Sandi dalam acara Rakernas PHRI I Tahun 2021 pada Kamis (18/3).
Dia berharap dana hibah bisa memperluas lapangan pekerjaan. Sekaligus membantu pemulihan ekonomi dan menjadi penyemangat para pelaku usaha.
"Saya sangat prihatin dengan destinasi-destinasi super prioritas dan tulang punggung termasuk Bali, Borobudur, dan Semarang mereka sudah satu tahun. Kita harus bangkitkan semangat mereka," tuturnya.
Sandi mengatakan, setiap terjadi krisis di dunia selalu ada reformasi struktural. Dia juga meyakini pandemi ini nantinya juga akan membangkitkan berbagai sektor termasuk pariwisata. Seperti hotel dan restoran.
Kebutuhan dana hibah pariwisata juga menjadi sorotan Ketua Umum PHRI Hariyadi BS Sukamdani. Dia berharap pemerintah bisa memperpanjang dana hibah hingga tahun ini.
"Apabila memungkinkan dana hibah pariwisata bisa diperpanjang pada 2021," katanya.
Reporter: Andina Librianty
Sumber: Liputan6