Sudah satu tahun bisnis kedai kopi terdampak pandemi Covid-19. Pembatasan mobilitas manusia membuat penjualan produk menurun drastis. Bisnis yang mengandalkan konsumsi masyarakat ini harus memutar otak agar tetap berjalan.
Satu tahun berlalu, para pengusaha kedai kopi pun berinovasi. Walhasil, buah inovasi tersebut sudah mulai bisa dinikmati.
Store Manager Kozi Gudang Selatan, Bandung, Sendy Septian Hamzah mengaku selama bulan Ramadan, bisnis kedai kopi mulai mengalami perbaikan dibandingkan tahun lalu. Tercermin dari peningkatan transaksi yang mencapai 70 persen.
"Peningkatan transaksinya 70 persen dibandingkan tahun lalu," kata Sendy saat berbincang dengan merdeka.com, Jakarta, Minggu (9/5).
Alasannya, tahun lalu kedai kopi hanya melayani penjualan lewat jasa pengantaran Gofood atau Grabfood. Sedangkan tahun ini, sudah diperbolehkan untuk menerima kunjungan.
"Kalau sekarang sudah banyak yang datang langsung. Tahun lalu cuma melayani pembelian secara online," kata Sendy.
Meski begitu, peningkatan yang ada saat ini masih lebih jauh bila dibandingkan sebelum virus corona mewabah di dunia. Dibandingkan masa itu, transaksi yang ada masih turun 20 persen hingga 30 persen.
"Kalau dibandingkan sebelum pandemi ini masih turun, ya sekitar 20 sampai 30 persen," tutur dia.
Sebagai pengelola kedai, pihaknya mencoba berbagai cara agar kedai tetap berjalan. Mulai dari bergabung dengan jasa pengantaran makanan-minuman, promosi dan merilis berbagai menu baru.
"Kita bikin promo paketan, launching menu baru dengan varian minumannya," kata dia.