DEN Diusulkan Permanen, Luhut Beberkan Peran dan Jaringan Globalnya

Luhut mendorong DEN menjadi lembaga permanen yang rutin memberi kajian ke Presiden. Ia juga menyinggung jaringan global DEN dari Beijing hingga Washington.

Immanuel Christian
Oleh Immanuel Christian - Reporter
DEN Diusulkan Permanen, Luhut Beberkan Peran dan Jaringan Globalnya
<p>Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan di kantornya, Jakarta, Rabu (13/8/2025).</p>

Luhut Binsar Pandjaitan selaku Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mendorong agar DEN ditetapkan sebagai lembaga permanen yang konsisten menyuplai kajian dan perspektif strategis kepada Presiden dalam menjalankan pemerintahan.

Ia menjelaskan, DEN memiliki tugas utama memberikan masukan kepada Kepala Negara terkait berbagai persoalan bernegara, baik diminta maupun tidak.

"Tugas pokok kita cuma satu: memberikan saran, diminta atau tidak diminta oleh Presiden dalam berbagai dinamika kehidupan bernegara," ujar Luhut dalam perayaan 25 tahun Yayasan Del di Sopo Del Tower, Jakarta, Senin (28/9/2026).

Luhut menyebut dirinya rutin berdiskusi dengan delapan anggota DEN setiap hari Senin untuk membahas isu-isu ekonomi serta menyusun kajian bagi Presiden. Hasil pembahasan didokumentasikan secara rapi sebagai bentuk pertanggungjawaban.

Berangkat dari pengalamannya selama 10 tahun membantu Presiden ke-7 RI Joko Widodo, ia menilai keberadaan DEN krusial untuk menyediakan analisis mendalam secara berkesinambungan.

"Saya bermimpi sekarang bahwa Dewan Ekonomi ini bisa menjadi lembaga yang berlanjut, lembaga permanen untuk membantu Presiden," ungkap Luhut.

Talenta Muda dan Jaringan Global Dukung Agenda DEN

Menurut Luhut, DEN disokong talenta muda berkualitas yang dipadukan dengan jaringan internasional yang terus berkembang. Komunikasi strategis telah dibangun dengan Dewan Ekonomi China di Beijing serta sejumlah lembaga kajian terkemuka di Washington, Amerika Serikat.

Jaringan global tersebut membuka peluang kolaborasi di sektor ekonomi dan teknologi tinggi, termasuk pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan sovereign AI. "Kajian anak-anak muda di sana, dan sekarang networking yang kami buat itu luar biasa," kata Luhut.

Luhut juga menegaskan pentingnya menjaga hubungan seimbang dengan berbagai kekuatan ekonomi dunia. Indonesia, ujar dia, dapat bekerja sama dengan Amerika Serikat dan China sekaligus tanpa berpihak.

"Kita negara Indonesia, negara yang terlalu besar dan kaya untuk berpihak kepada salah satu kekuatan. Nggak perlu itu," tegasnya.

Luhut menambahkan, Presiden Prabowo Subianto memerlukan dukungan masukan dan kajian independen yang konsisten dalam mengawal kebijakan negara. Karena itu, ia berharap DEN berlanjut sebagai institusi permanen yang memberi arah dan perspektif strategis bagi kepemimpinan nasional.

Rekomendasi