Kontribusi UMKM ke Ekspor Indonesia Tertinggal Jauh Dibandingkan Negara APEC

Saat ini, kontribusi UMKM domestik terhadap aktivitas ekspor dinilai masih relatif rendah. Yakni hanya berkisar 14,7 persen.

Sulaeman
Oleh Sulaeman - Reporter
Kontribusi UMKM ke Ekspor Indonesia Tertinggal Jauh Dibandingkan Negara APEC
Pelabuhan. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM), Teten Masduki mengakui peran penting sektor UMKM terhadap perekonomian nasional. Menyusul tingginya kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto (PDB) yang saat ini mencari sekitar 60 persen. Sebagaimana yang dilaporkan Badan Pusat Statistik (BPS).

"Selain itu, penyerapan tenaga kerja (UMKM) sebesar 97 persen. Jadi, kita ketahui UMKM merupakan tulang punggung perekonomian sesuai data BPS," ujarnya dalam konferensi pers 500K Eksportir Baru, Senin (19/4).

Kendati demikian, saat ini, kontribusi UMKM domestik terhadap aktivitas ekspor dinilai masih relatif rendah. Yakni hanya berkisar 14,7 persen.

Menurutnya, jumlah tersebut jauh tertinggal dibandingkan negara-negara anggota APEC. Di mana, kontribusi UMKM dari negara-negara APEC saat ini terhadap ekspor sudah mencapai 35 persen.

"Jadi, ini masih tertinggal lah dari negara-negara APEC," tegas Teten.

Teten menyebut, rendahnya kontribusi UMKM dalam negeri terhadap ekspor lantaran berbagai persoalan klasik yang masih belum bisa diatasi. Di antaranya minimnya pengetahuan pelaku UMKM tentang pasar luar negeri, rendahnya kualitas produk UMKM, minimnya kapasitas produksi UMKM, biaya sertifikasi yang tidak murah, hingga masalah logistik.

Oleh karena itu, dia mendorong, adanya berbagai program terobosan untuk meningkatkan partisipasi UMKM terhadap aktivitas ekspor. Salah satunya program Sekolah Ekspor.

"Saya kira (Sekolah Ekspor) penting agar bagaimana UMKM bisa menjadi eksportir serta memacu ekspor," bebernya

Rekomendasi