PUPR Bakal Bangun Jalan Tol dari Cipali Menuju Patimban, Nilai Investasi Rp6,94 T

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Hedy Rahadian mengungkapkan, nantinya pintu masuk menuju Pelabuhan Patimban melalui ruas tol anyar ini berada di KM 89.

Sulaeman
Oleh Sulaeman - Reporter
PUPR Bakal Bangun Jalan Tol dari Cipali Menuju Patimban, Nilai Investasi Rp6,94 T
Tol Cipali. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Pemerintah Jokowi terus berupaya mempermudah akses menuju Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat. Salah satunya dengan akan membangun ruas jalan tol yang terhubung langsung dengan tol Cikopo-Palimanan (Cipali).

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Hedy Rahadian mengungkapkan, nantinya pintu masuk menuju Pelabuhan Patimban melalui ruas tol anyar ini berada di KM 89.

"Trasenya itu mulai dari KM 89 di Cipali, kemudian nanti exit di dua titik. Jadi di ujungnya ada junction," tuturnya dalam acara Publik Expose Pelabuhan Patimban: Wajah Modern Pelabuhan di Indonesia, Kamis (7/1).

Hedy menambahkan, ruas tol ini nantinya memiliki panjang lintasan hingga 37,05 km dengan nilai investasi sekitar Rp7 triliun atau tepatnya Rp6,94 triliun. Adapun target penyelesaian pembangunan hingga tahun 2024 mendatang.

"Rencananya kita akan bangun jalan tol di sini, panjangnya kira-kira 37,05 Km. Investasi total sekitar Rp7 triliun. Harapannya 2023 ini selesai, paling lambat 2024," ucapnya.

Hedy menyebut, nilai investasi pembangunan tol sebesar Rp6,94 triliun akan digunakan untuk pembiayaan konstruksi sebesar Rp5,07 triliun. Kendati demikian, dia tidak merinci lebih lanjut terkait penggunaan sisa anggaran yang ada.

Sementara untuk tarif awal operasional dipatok sebesar Rp1.700 per Km. Sedangkan total kecepatan rata-rata kendaraan dipatok maksimal 100 Km/jam.

Pembangunan jalan tol ini sendiri akan diprakarsai konsorsium yang terdiri dari badan usaha jalan tol swasta dan BUMN. Di antaranya PT Jasa Marga dengan komposisi 55 persen, PT Surya Semesta Internusa dengan komposisi 25 persen, PT Daya Mulia Turangga dengan komposisi 10 persen, dan PT Jasa Sarana dengan komposisi sebesar 10 persen.

Rekomendasi