Menteri Sri Mulyani Nilai Tren Partisipasi Perempuan dalam Perekonomian Meningkat

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyebut pada 2020 Indonesia berada di peringkat 85 dalam Indeks Global Gender Gap, meningkat 28 peringkat dibanding tahun sebelumnya. Menurutnya, capaian itu mengindikasikan tren positif dari partisipasi perempuan dalam ekonomi, kesehatan, dan tingkat pendidikan.

Dwi Aditya Putra
Oleh Dwi Aditya Putra - Reporter
Menteri Sri Mulyani Nilai Tren Partisipasi Perempuan dalam Perekonomian Meningkat
sri mulyani. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyebut pada 2020 Indonesia berada di peringkat 85 dalam Indeks Global Gender Gap, meningkat 28 peringkat dibanding tahun sebelumnya. Menurutnya, capaian itu mengindikasikan tren positif dari partisipasi perempuan dalam ekonomi, kesehatan, dan tingkat pendidikan.

Namun dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dirinya mengaku masih banyak aspek yang perlu ditingkatkan bagi partisipasi perempuan, baik dari sisi sosial maupun ekonomi.

"IPM kita, kalau dibagi antara laki-laki dan perempuan, perempuan lebih rendah. Ini berarti perempuan kualitas dihitung dari sisi pendidikan, kesehatan, itu masih mengalami situasi yang lebih buruk dari laki-laki. Partisipasi perempuan di dalam ekonomi kita juga stagnan," ujarnya secara daring dalam acara Kaukus Perempuan Parlemen RI, seperti ditulis Selasa (5/1)

"Kalau sekarang kita punya menteri perempuan di bidang tenaga kerja, saya berharap partisipasi angkatan kerja akan meningkat. Kalau dihitung dari sisi jumlah upahnya, untuk pekerjaan sama, perempuan dibayar lebih rendah dari laki-laki," tambahnya.

Padahal, selama pandemi ini partisipasi perempuan Indonesia di pasar keuangan meningkat. Perempuan memberikan kontribusi besar pada APBN melalui pembelian Surat Berharga Negara (SBN) ORI yang terus meningkat. Data menunjukkan pada ORI17, 55,87 persen dari total investor adalah perempuan, sedangkan pada ORI18 meningkat menjadi 57,82 persen.

"Mereka itu investor paling besar dalam Surat Utang Negara. Jadi perempuan itu mampu dan mereka mengerti bagaimana menempatkan uang di tempat instrumen investasi yang baik," tutur Menkeu Sri Mulyani.

Pemerintah Berupaya Tingkatkan Peran Perempuan

Maka dari itu, pemerintah akan terus berupaya untuk makin meningkatkan peran perempuan agar tidak hanya ekonomi serta produktivitas negara membaik, tetapi juga kualitas hidup keluarga serta anak-anak Indonesia akan ikut meningkat.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan peran perempuan dalam roda perekonomian Indonesia sangat signifikan. Berdasarkan data yang disampaikan menkeu dalam satu diskusi virtual, investor perempuan terhadap surat berharga negara lebih dari 50 persen.

"Mereka itu investor paling besar dalam surat utang negara. Jadi kalau saya mengatakan APBN kita turun penerimaan, sementara belanja naik, saya utang. Utangnya ke siapa? ke para ibu-ibu," ujar Menkeu Sri, Senin (4/1).

Rekomendasi