Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk Rivan Achmad Purwantono membeberkan dampak pandemi Covid-19 terhadap bisnis utama perseroan. Hingga kuartal III 2020, Bank Bukopin telah melakukan restrukturisasi kredit mencapai Rp24,5 triliun.
"Kredit yang ter-restruktur akibat Covid-19 mencapai Rp18 triliun atau 73 persen dari total kredit restrukturisasi," kata Rivan dalam konferensi pers virtual, Senin (30/11).
Pandemi Covid-19 juga membuat permintaan uang tunai untuk mengatasi dampak bisnis dan penanganan virus meningkat. Selain itu, ekspansi bisnis jadi terbatas karena perusahaan fokus pada perbaikan internal untuk mengurangi aset buruk, meningkatkan efisiensi dalam operasi dan bisnis serta melakukan praktik perbankan yang lebih hati-hati.
Rivan mengungkapkan, perusahaan mendapatkan kesempatan yang sangat baik dengan dilakukannya transformasi secara menyeluruh yang didukung dan didampingi oleh KB Kookmin Bank. Pihaknya belajar banyak dari kesuksesan KB Kookmin Bank dalam melakukan transformasi di KB sendiri di tahun 2001 dan tetap stabil melalui krisis ekonomi, sehingga berhasil menjadi bank terbesar di Korea Selatan.
"Keahlian ini yang menjadi penambah optimisme kita dalam melanjutkan proses transformasi di Bukopin, meskipun tantangan pandemi terus menguji," tutur Rivan.
Sementara, sejak pengambilalihan saham oleh KB Kookmin Bank, Rivan mengatakan Bukopin memiliki kinerja yang lebih positif, khususnya dalam hal permodalan, perbaikan proses internal, dan pengawasan.
Per 30 September 2020, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) meningkat menjadi 16,34 persen dari 12,59 persen (year to date). Adapun total ekuitas naik 17,27 persen seiring tambahan modal Rp3,9 triliun dari dua Aksi Korporasi yang dilaksanakan Bukopin dalam waktu relative singkat, yaitu Penawaran Umum Terbatas V pada Juli 2020 dan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu pada 2 September 2020.
Reporter: Pipit Ika Ramadhani
Sumber: Liputan6.com