Kemenko Perekonomian: 300.000 Peserta Kartu Prakerja Belum Selesaikan Pelatihan

Untuk itu, Susiwijono mengimbau para peserta Kartu Prakerja untuk segera menyelesaikan pelatihan pertama supaya mendapatkan insentif yang sudah dijanjikan pemerintah.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Kemenko Perekonomian: 300.000 Peserta Kartu Prakerja Belum Selesaikan Pelatihan
Jokowi Kartu Prakerja. ©2019 Merdeka.com

Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mencatat ada 5,9 juta penerima manfaat kartu prakerja dari gelombang pertama hingga 11.

Dari jumlah tersebut, 5,4 juta di antaranya telah melakukan pelatihan. Lalu, dari 5,4 juta penerima yang telah membeli pelatihan, ada 5,1 juta penerima yang telah menyelesaikan pelatihan. Artinya, ada sekitar 300.000 penerima manfaat yang belum menyelesaikan pelatihan.

Untuk itu, Susiwijono mengimbau para peserta Kartu Prakerja untuk segera menyelesaikan pelatihan pertama supaya mendapatkan insentif yang sudah dijanjikan pemerintah.

"Penerima yang belum selesaikan pelatihan pertama, segera selesaikan pelatihan. Karena kalau belum selesai sebelum 15 Desember, insentif sebesar Rp 2,4 juta tidak dapat diterima,” kata dia dalam Survei BPS: Bicara tentang Kartu Prakerja, Senin (23/11).

Dia mengingatkan kepada penerima kartu prakerja agar segera menyelesaikan pelatihan yang telah dibelinya. Sebab, jika sampai dengan 15 Desember 2020 pelatihan tak segera rampung, maka penerima kartu prakerja tidak akan menerima insentif sebesar Rp 2,4 juta.

"Saya mendorong bagi penerima yang belum menyelesaikan pelatihan yang pertama, agar segera menyelesaikan pelatihannya. Karena apabila tidak diselesaikan sebelum tanggal 15 Desember 2020, maka insentif sebesar Rp2,4 juta tidak dapat diterima," katanya.

Seperti diketahui, penerima kartu prakerja akan memperoleh insentif sebesar Rp3.550.000 juta per orang selama empat bulan.

Rinciannya adalah bantuan pelatihan sebesar Rp1.000.000, insentif penuntasan pelatihan sebesar Rp600.000 per bulan selama empat bulan, dan insentif survei kebekerjaan sebesar Rp150.000.

Susiwijono menambahkan, pemerintah akan terus melanjutkan Program Kartu Pra Kerja pada 2021 mendatang. Dengan catatan, penerima program pada 2020 tidak akan menjadi penerima pada 2021 demi pemerataan bagi seluruh angkatan kerja.

"Untuk itu saya mengimbau kepada para penerima Kartu Pra Kerja agar menggunakan saldo bantuan pelatihan semaksimal mungkin," kata dia.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi