Kementerian Koperasi dan UKM menggandeng PT Bank BNI Syariah dalam rangka percepatan penyaluran program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
"Kami memandang ini adalah hal yang penting bagi kita semua. Jadi kami dari Kementerian Koperasi dan UKM ingin mendorong pembiayaan pembiayaan syariah ini lebih banyak lagi dalam berperan untuk membantu pembiayaan dari UMKM kita," kata Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Hanung Harimba Rachman, dalam penandatanganan MoU Pembiayaan Kemenkop dan UKM dengan BNI Syariah, di Jakarta, Rabu (2/9).
Menurutnya, Kerjasama ini dilakukan agar pembiayaan yang dilakukan antara bank konvensional dengan bank Syariah seimbang. Sehingga lebih banyak lagi pelaku UMKM yang mendapatkan pembiayaan KUR. Plafon pembiayaan dari penyaluran KUR di BNI Syariah tahun 2020 sendiri telah ditetapkan sebesar Rp700 miliar.
"Jadi cukup besar targetnya semoga bisa dicapai dan bisa dinikmati oleh seluruh nasabah yang berhak untuk menerima Ini BNI Syariah," katanya.
Total realisasi penyaluran KUR sampai 30 Juli 2020 berdasarkan data yang dipublikasikan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian sebesar Rp93,53 triliun atau sekitar 53 persen dari target tahun 2020 yaitu Rp176,22 triliun, yang rencananya akan diberikan kepada 2,7 juta debitur baru.
"Dengan rincian KUR mikro itu itu yang sudah kita salurkan sebesar Rp83,80 triliun untuk 1,8 juta debitur, kemudian KUR kecil atau KUR khusus yang sudah disalurkan itu Rp19,04 triliun untuk 100 ribu debitur. Kemudian ada KUR utang sudah kita salurkan sebesar Rp267 miliar kepada 9.475 debitur," jelasnya.
Advertisement
Sementara total realisasi subsidinya sampai dengan 31 Agustus 2020 tercatat sebesar Rp9,8 triliun atau sekitar 51,8 persen dari pagu anggaran yaitu pagu anggaran Rp18,9 triliun. Rinciannya, subsidi imbal jasa penjaminan (IJP) sebesar Rp156 triliun dari pagu Rp178 miliar.
Dia berharap Kerjasama dengan BNI Syariah ini bisa mendorong percepatan penyaluran KUR untuk pelaku UMKM. "Kami berharap dengan penandatanganan perjanjian perjanjian kerjasama pembiayaan BKP ini bisa mendorong percepatan penyaluran yang Rp178 miliar tadi," katanya.
Kata Hanung, saat ini sudah terdapat 42 penyalur KUR salah satunya BNI Syariah. Dari 42 penyalur tersebut terdiri dari 38 bank, 1 lembaga keuangan bukan bank (LKBB) dan 3 koperasi. Sedangkan untuk penyalur kur Syariah baru ada dua.
"Kita ada tambah satu lagi hari ini itulah kenapa saya anggap penting mudah-mudahan bisa menolong Lembaga pembiayaan syariah turut bergabung dalam skema memberikan bantuan subsidi bunga KUR ini," ujarnya.
Selain itu, dalam rangka pencatatan pemulihan ekonomi nasional telah diselenggarakan rapat komite kebijakan pembiayaan UMKM pada tanggal 27 Juli 2020 yang membahas tentang relaksasi kebijakan penyaluran.
"Nah ini kita lihat penyaluran KUR khusus dari pagu Rp4,9 triliun baru tersalurkan Rp1,3 triliun, maka pemerintah melakukan relaksasi di berbagai kebijakan agar penyaluran KUR ini lebih tepat dan juga diberikan skema-skema baru," jelasnya.
Reporter: Tira Santia
Sumber: Liputan6.com