Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menyampaikan bahwa keputusan pemerintah untuk tidak melakukan lockdown atau isolasi wilayah merupakan langkah tepat menjaga perekonomian. Pemerintah memilih pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak Maret 2020.
"Dengan segala upaya yang kita lakukan dan Pak Jokowi, tidak melakukan lockdown tepat. Terbukti dibanding G20 (kelompok negara ekonomi 20), kita mungkin ranking dua atau tiga yang ekonominya paling oke," kata Menteri Erick seperti dikutip dari Antara di Jakarta, Senin (10/8).
Sementara beberapa negara lain, lanjut dia, mengalami kontraksi yang cukup dalam, bahkan ada yang minus hingga 17 persen. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi triwulan II-2020 yang mengalami kontraksi sebesar 5,32 persen atau untuk pertama kalinya masuk zona negatif sejak 1999.
"Larinya kita lambat, ternyata ada yang lebih lambat. Kita memang minus, tapi kecil. Lari lambat tapi aman," kata Menteri Erick yang juga Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.
Advertisement
Di tengah pandemi COVID-19, lanjut Menteri Erick, aktivitas bisnis juga terpengaruh. Dia meminta pelaku usaha untuk memahami dan bersabar di tengah kondisi saat ini.
"Kalau mau kecewa dari sekarang, suka tidak suka, bisnis kita akan balik 100 persen pada kuartal pertama 2022," katanya.
Saat ini, Menteri Erick mengatakan pemerintah sedang berupaya untuk memaksimalkan penyerapan anggaran agar ekonomi nasional pada kuartal III dan IV tumbuh.
"Penyerapan anggaran hampir Rp1.400 triliun. Ini challenge yang luar biasa. Bagaimana kita mencoba cegah atau mengurangi resesi. Juga menciptakan rasa aman, sehat, dan pasti stimulus bisa berjalan," ucap Menteri Erick.
Oleh karena itu, Menteri Erick meminta agar masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan karena menentukan kapan masa pandemi COVID-19 berakhir dan pemulihan ekonomi.
"Tiga M, masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Karena tanpa dukungan masyarakat secara menyeluruh, pertumbuhan sektor-sektor tidak akan berjalan," ujarnya.