Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, memprediksi nilai tukar Rupiah akan menguat ke posisi Rp13.950 per USD dari penutupan hari ini Rp14.095 per USD. Penguatan tersebut salah satunya dipicu oleh kondisi eksternal di Amerika Serikat yang belum stabil.
"Ada kemungkinan dalam perdagangan besok Rupiah akan menguat di range Rp13.950 hingga Rp14.120 per USD," ujar Ibrahim dalam riset harian, Jakarta, Jumat (5/6).
Menurutnya, pasar tetap memilih menarik dana ke dalam negeri meski pemerintah Amerika Serikat mengambil langkah optimis dengan memihak kepada para demonstran. Adapun langkah yang dilakukan dengan menurunkan pasukan garda nasional.
"Di dalam negeri Amerika Serikat sedang terjadi demonstrasi yang rusuh. Namun pemerintah Trump optimistis kerusuhan bisa teratasi dengan diturunkannya pasukan garda nasional yang pro dengan para demonstran," jelasnya.
Advertisement
Dia menambahkan, posisi Rupiah juga perkasa karena adanya fokus pasar yang terbagi dengan kondisi di Hong Kong. Di mana, Partai Komunis mengusulkan memberlakukan undang-undang keamanan nasional di negara tersebut.
"Fokus pasar bergeser ke Hong Kong setelah usulan Partai Komunis untuk memberlakukan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong. Hal itu menimbulkan ketegangan baru antara AS dengan China," tandasnya.