Mendes PDTT: Desa Harus Adaptif dengan Kearifan Lokal Saat New Normal

Menurutnya, desa harus lebih siap menghadapi new normal pada konteks pertahanan diri dan lingkungan dari dampak Corona dengan memadukan protokol kesehatan dari Kementerian dan Lembaga serta kearifan lokal.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Mendes PDTT: Desa Harus Adaptif dengan Kearifan Lokal Saat New Normal
Mendes Abdul Halim Iskandar. ©2019 Merdeka.com

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Abdul Halim Iskandar membeberkan skema persiapan dana desa dalam menghadapi new normal.

Menurutnya, desa harus lebih siap menghadapi new normal pada konteks pertahanan diri dan lingkungan dari dampak Corona dengan memadukan protokol kesehatan dari Kementerian dan Lembaga serta kearifan lokal.

"Jadi protokolnya ini sesuai dengan Kementerian dan Lembaga yang mengeluarkan. Kalau urusan kesehatan berarti mengacu ke Kemenkes, kalau pemerintahan berarti mengacu ke Kemendagri. Di sini, Kemendes PDTT mengisi ruang kosong," jelasnya dalam paparan virtual, Selasa (2/6/2020).

Pria yang akrab disapa Gus Halim ini meminta desa untuk berimprovisasi dan menyesuaikan protokol yang hendak disusun dan diterapkan sesuai dengan akar budaya desa.

Sehingga nantinya, protokol new normal yang siap dilaksanakan bisa benar-benar menjangkau seluruh lapisan desa dan membuat desa menjadi lebih kuat di tengah pandemi tentunya.

Misalnya dalam penanganan Orang Dalam Pemantauan (ODP), disesuaikan dengan penanganan Desa Tanggap Covid-19, meskipun jika masyarakat yang statusnya lebih dari ODP harus dirujuk ke Kabupaten atau Kota bahkan Provinsi agar mendapat penanganan yang tepat dan kasusnya tidak membebani desa.

"Jadi intinya, protokolnya tetap mengacu ke Kementerian dan Lembaga, tapi tetap bertumpu pada akar budaya, sehingga kearifan lokal tetap menjadi perhatian utama," jelasnya.

Reporter: Athika

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi