IHSG Turun 5 Persen Sejak Dibuka, BEI Kembali Hentikan Sementara Perdagangan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka turun 5 persen. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk menghentikan sementara perdagangan saham (trading halt) hingga pukul 09.45. pembekuan sementara perdagangan dimulai sejak 09.15.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
IHSG Turun 5 Persen Sejak Dibuka, BEI Kembali Hentikan Sementara Perdagangan
IHSG di BEI. ©2018 Liputan6.com/Angga Yuniar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka turun 5 persen. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk menghentikan sementara perdagangan saham (trading halt) hingga pukul 09.45.

Dikutip dalam keterangannya, Jumat (13/3), pembekuan sementara perdagangan dimulai sejak 09.15.

"Hal ini dilakukan sesuai dengan Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor: Kep-00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat," ujar Sekretaris Perusahaan BEI, Yulianto Aji Sadono.

Pada prapembukaan perdagangan saham, IHSG stabil di posisi 5.4895,74. Sedangkan pada pembukaan pukul 09.00, IHSG langsung terjun bebas dengan turun 218,06 poin atau 4,43 persen ke posisi 4.677,76.

Adapun indeks saham LQ45 turun 6,63 persen ke posisi 718,31. Seluruh indeks saham acuan berada di zona merah.

Di awal perdagangan ini, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 4.894,67 dan terendah 4.669,20. Sebanyak 221 saham melemah, kemudian 13 saham menguat dan 45 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 13.509 kali dengan volume perdagangan 481 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp415 miliar.

Investor asing beli bersih saham Rp15 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp14.795.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, seluruhnya berada di zona merah. pelemahan dipimpin sektor industri dasar yang turun 5,94 persen. Disusul sektor infrastruktur yang terjun 5,88 persen dan sektor aneka industri melemah 5,69 persen.

Saham-saham yang melemah dan mendorong IHSG terjun diantaranya ISAT yang turun 7 persen ke Rp1.585 per lembar saham, INCO melemah 6,99 persen ke Rp1.795 per lembar saham dan RALS turun 6,99 persen ke Rp665 per lembar saham.

Saham yang menguat di IHSG antara lain BACA naik 25 persen ke Rp500 per saham, CARE naik 14,56 persen ke Rp118 per saham dan AKSI naik 8,84 persen ke Rp268 per saham.

Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street anjlok pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi waktu Jakarta). Terpuruknya bursa AS ini setelah Presiden AS Donald trump dan Bank Sentral AS gagal menumpas kekhawatiran atas perlambatan ekonomi yang disebabkan oleh penyebaran virus Corona.

Penurunan pada perdagangan Kamis ini merupakan pelemahan bersejarah bagi Wall Street.

Mengutip CNBC, Jumat (13/3/2020), indeks acuan Dow Jones Industrial Average ditutup 2.352,60 poin lebih rendah atau turun 9,99 persen ke level 21.200,62. indeks ini mengalami penurunan terburuk sejak jatuhnya pasar "Black Monday" yang terjadi pada 1987.

Sedangkan indeks S&P 500 anjlok 9,5 persen menjadi 2.480,64. S&P 500 juga mengalami hari terburuk sejak 1987. Untuk Nasdaq Composite ditutup 9,4 persen lebih rendah ke level 7.201,80.

"Virus Corona menakutkan dan orang tidak tahu apa yang diharapkan," kata Kathy Entwistle, senior vice president of wealth management di UBS.

"Sepertinya tsunami akan datang. Kami tahu itu akan terjadi kapan saja dan tidak ada yang tahu apa hasilnya nanti."

Pada perdagangan Kamis, Bank Sentral AS mengumumkan akan meningkatkan operasi pasar menjasi lebih dari USD 500 miliar. Kemudian akan menawarkan lebih banyak operasi repo senilai USD 1 triliun pada hari Jumat. Bank Sentral AS juga memperluas jenis surat utang yang akan dibeli.

Namun, pasar saham AS atau Wall Street melemah drastis ke posisi terendah karena investor menunggu langkah yang lebih agresif untuk mendukung ekonomi dan menargetkan wabah virus secara langsung.

Rekomendasi