Pakar Ekonomi Emil Salim menyebut bahwa target pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebesar 5,3 persen pada tahun 2020 bisa diupayakan. Salah satu syaratnya yaitu pemerintah harus fokus pada pembangunan ekonomi daerah.
"Pembangunan ekonomi daerah menjadi penting, perlu untuk kita galakkan itu, dan di daerah itu, ada Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM), ada macam-macam," ujar Emil dalam acara Seminar Konsolidasi Demokrasi Menuju Keadilan Sosial, di ITS Tower, Jakarta, Senin (17/2).
Dengan adanya beragam potensi yang bisa memenuhi target pertumbuhan ekonomi, Emil menambahkan, penting bagi pemerintah mendorong pertanian di daerah. "Nah ini yang kita dorong tumbuh. Bagaimana pertanian tumbuh untuk konsumsi rakyat kita sendiri."
"Maka tidak usah impor bawang putih, impor beras, dan lain-lain. Itu bisa kita hasilkan, biarlah dia (bahan makanan yang diimpor), ditumbuhkan di sini," tambah Emil.
Selain itu, Emil mengatakan, pentingnya kemandirian dalam menumbuhkan ekonomi di Indonesia, didasari adanya beberapa kasus internasional yang bisa mempengaruhi perekonomian Indonesia.
"Sekarang ini kan ada wabah penyakit virus corona, ekonomi China juga terdampak, kemudian ada pemilihan presiden AS pada 2021, jadi hal-hal internasional ini mempengaruhi gerak perkembangan ekonomi kita," ungkap Emil.
Advertisement
Gaya Pembangunan Jokowi Ketinggalan Zaman
Pakar Ekonomi Emil Salim menilai langkah Presiden Joko Widodo yang mengedepankan ekonomi dalam Rancangan Undang-undang Omnibus Law kurang tepat. Sebab cara itu sudah lama ditinggalkan oleh negara-negara di dunia.
Sejak tahun 2015, Emil Salim mengatakan berbagai negara di dunia sudah tidak lagi memisahkan sektor pembangunan. Sektor ekonomi, lingkungan dan sosial (kemanusiaan) tergabung dalam satu matriks yang sama.
"Jadi ada timbal balik antara ekonomi, sosial dan lingkungan," kata Emil Salim di ITS Tower, Jakarta Selatan, Senin (17/2).
Konsep pembangunan yang dimaksud Emil Salim yaitu sustainable development goals (SDGs) atau tujuan pembangunan keberlanjutan. Konsep pembangunan ini terus digaungkan antar negara di dunia sejak tahun 2015. Indonesia pun termasuk negara yang ikut serta di dalamnya.
Mantan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini menilai sektor ekonomi tidak bisa dipisahkan dengan sektor lingkungan dan kemanusiaan. Ekonomi memerlukan SDM dan sektor lainnya untuk saling mendukung.
"Sehingga di dalam membangun itu bukan ekonomi berdiri sendiri tapi berdampak ke lingkungan juga," kata dia.
Pembangunan ekonomi seharusnya bisa masuk ke ranah sosial dan lingkungan. Sekarang ini di seluruh dunia memakai konsep sustainable development.
Alasannya masalah yang menyangkut lingkungan seperti perubahan iklim dan berbagai macam merupakan akibat dampak dari pembangunan ekonomi. Misalnya, penggunaan sumber daya energi batu bara mengacu pada lingkungan.
Masalah lingkungan memukul perubahan iklim, salah satunya permukaan laut yang naik dan mengakibatkan banjir. Hal ini berdampak pada sektor ekonomi. Sektor ekonomi pun perlu memperhitungkan SDM yang pada akhirnya jadi penentu pembangunan.
"Jadi jangan dipilah-pilah antara ekonomi, sosial, dan lingkungan," kata Emil Salim mengakhiri.
Reporter Magang : Nurul Fajriyah