Kemenkes: Korban Virus Corona Belum Sebanyak SARS & Flu Burung, Jangan Kemakan Hoaks

Virus corona asal China kini menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Indonesia. Hal ini disebabkan belum ada temuan vaksin untuk penderita corona. Kemenkes menyatakan memang angka kematian akibat virus corona masih rendah. Namun, bukan berarti semua pihak bisa lengah.

Sulaeman
Oleh Sulaeman - Reporter
Kemenkes: Korban Virus Corona Belum Sebanyak SARS & Flu Burung, Jangan Kemakan Hoaks
Direktur P2PML Kemenkes Wienda Waworuntu Konpers Soal Virus Corona. ©2020 Merdeka.com/Sulaeman

Virus corona asal China kini menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Indonesia. Hal ini disebabkan belum ada temuan vaksin untuk penderita corona.

Direktur Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan, Wienda Waworuntu, menyatakan memang angka kematian akibat virus corona masih rendah. Namun, bukan berarti semua pihak bisa lengah.

"Angka kematian corona, dibanding sars dan flu burung lebih rendah, tetapi kita jangan diam kita perlu cermati ini," ujarnya di Graha Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta, Selasa (4/2).

Dia pun mengimbau masyarakat tidak mudah terpercaya hoaks. "Kita meminta masyarakat tidak berlebihan menyikapi ini (virus corona) dan jangan mudah termakan berita palsu yang belum tentu kebenarannya."

Menurutnya, virus corona sudah menjangkit banyak negara. Penyebaran bisa cepat karena terbawa kegiatan perpindahan manusia. Bahkan, WHO telah menetapkan virus corona beresiko global.

"Virus corona sudah menyangkut banyak negara, yang bermula dari wuhan dan menyebar melalui kegiatan traveling," kata Wienda.

Maka dari itu, pencegahan dini mutlak diperlukan untuk menghindari virus corona. "Untuk mencegah tertular kita harus rajin mencuci tangan, menutup hidung dan mulut saat batuk atau bersin, menghindari kontak langsung dengan penderita corona, dan segera lakukan pemeriksaan jika mengalami gejala yang sama," tutup Wienda.

Potensi Bawa Virus Corona, Impor Hewan dan Bawang Putih China Bakal Dilarang

Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto, mengatakan pemerintah berencana akan melakukan pemberhentian sementara impor dari China. Ini sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona.

Saat ini berbagai kementerian sedang melakukan pengkajian terkait jenis komoditas impor yang datang dari China. Dalam rapat tersebut baru merencanakan jenis komoditas yang sekiranya bisa membawa virus corona. "Ini masih persiapan, agar tidak salah sasaran produk impornya," kata Mendag Agus.

Pemerintah Indonesia akan melakukan pendataan, khususnya yang berkaitan dengan hewan hidup. "Wild animal itu sudah pasti," kata Mendag Agus.

Begitu juga dengan produk holtikultura, seperti bawang putih. Jika berpotensi membawa virus pasti akan diberhentikan.

Sementara, terkait komoditas lainnya, pemerintah masih melakukan pertimbangan. Dia memperkirakan baru besok data lengkap barang impor yang dilarang masuk. "Ini segera (diselesaikan) mungkin besok sudah komplit," kata Agus.

Rekomendasi