Mengintip Harta Lima Orang Terkaya di Indonesia 2019

Di antara daftar nama konglomerat terkaya di Indonesia adalah nama-nama yang masih betah bertahan.

Syifa Hanifah
Oleh Syifa Hanifah - Reporter
Mengintip Harta Lima Orang Terkaya di Indonesia 2019
Uang Rupiah baru. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Forbes Indonesia merilis rich list atau daftar 50 orang terkaya Indonesia sepanjang 2019. Total kekayaan dari 50 tersebut mencapai USD 134,6 miliar atau Rp1.898 triliun.

Di antara daftar nama konglomerat terkaya di Indonesia adalah nama-nama yang masih betah bertahan. Lalu, siapa yang bertahan dan berhasil menggeser yang lama? Berikut 5 orang kaya RI tahun ini:

Posisi teratas diduduki oleh Hartono Bersaudara. Kakak beradik Rudi dan Michael Bambang Hartono memiliki kekayaan bersih sebesar USD 37,3 miliar atau kurang lebih Rp526,11 triliun (kurs Rp14.105 per dolar AS). Pada tahun 2018 kekayaan Hartono bersaudara mencapai USD 35 miliar

Keluarga Hartono menempati urutan teratas selama 11 tahun berturut-turut. Kekayaan mereka sebagian besar datang dari Kepemilikan atas saham PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

Kekayaan Hartono bersaudara berasal dari perusahaan rokok yang kini menjadi salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia adalah warisan dari sang ayah, Oei Wie Gwan. Bisnisnya kian berkembang hingga Gwan meninggal pada 1963 dan mewariskan perusahaannya kepada Michael dan Budi. Djarum semakin berkembang dan menjadi perusahaan rokok yang sangat besar saat ini.

Kemudian sebagai penggemar olahraga bulu tangkis, Rudi Hartono mendirikan PB Djarum di 1974. Berawal dari itu, atlet nasional berbakat Liem Swi King adalah jebolan dari PB Djarum.

Urutan kedua ada Widjaja Family yang terdiri dari pewaris Grup Sinar Mas dengan jumlah kekayaan mencapai USD 9,6 miliar atau setara Rp135,4 triliun. Pendiri Sinar Mas Eka Tjipta Widjaja meninggal dunia pada 26 Januari 2019.

Posisinya naik satu peringkat dari sebelumnya tahun 2018, Eka Tjipta Widjaja menduduki posisi ketiga dengan total kekayaan USD 8,6 miliar.

Bisnis Sinar Mas bergerak di berbagai sektor, seperti Pulp dan Kertas, Agribisnis dan Food, Jasa Keuangan, Developer dan Real Estate, Telekomunikasi, dan Energi dan Infrastruktur.

Sedangkan miliarder nasional yang mengalami lonjakan peringkat tertinggi adalah taipan energi Prajogo Pangestu. Kekayaannya mencapai USD 7,6 miliar atau setara dengan Rp107,2 triliun.

Ia melompat tujuh peringkat ke posisi nomor tiga. Pada tahun 2018 Prajono menduduki posisi kesepuluh dengan kekayaan USD 3 miliar. Saham Barito Pacific yang merupakan perusahaan yang didirikannya naik tajam karena prospek permintaan yang diprediksi meningkat.

Barito Pacific bergerak dalam industri perkayuan terpadu dan tetap konsisten sebagai perusahaan yang ramah lingkungan dan menghasilkan produk-produk berkualitas tinggi.

Posisi keempat ada Susilo Wonowidjojo dengan total kekayaan mencapai USD 6,6 miliar atau Rp93,1 triliun. Posisinya turun dua peringkat, pada tahun 2018 ia menduduki posisi dua dengan total kekayaan USD 9,2 miliar.

Sumber kekayaannya berasal dari tembakau. Di mana Susilo adalah anak ketiga dari Surya Wonowidjojo, pendiri Gudang Garam, perusahaan rokok kretek di Kediri, Jawa Timur.

Kelima ada Sri Prakash Lohia dengan jumlah kekayaan mencapai USD 5,6 miliar atau Rp78,9 triliun. Sebelumnya, 2018 Sri Prakash Lohia di posisi empat dengan kekayaan Rp7,5 miliar.

Sri Prakash Lohia yang merupakan pendiri sekaligus ketua dari Indorama Corporation. Indorama Corporation merupakan perusahaan petrokimia dan tekstil di Tanah Air.

Rekomendasi