Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, dalam pembangunan ibu kota baru, pemerintah tidak hanya fokus untuk membangun infrastruktur namun juga peradaban baru.
"Kita ingin ada titik-titik baru pertumbuhan ekonomi. Kita tak hanya ingin pindah tempat tapi juga pola pikir, budaya, kerja, harus pindah semuanya," tuturnya di Jakarta, Kamis (14/11).
Dia menjelaskan, memang membutuhkan proses besar untuk membangun peradaban baru di Kaltim. Tetapi, pihaknya optimis dapat membawa kultur baru di Kaltim bagi masyarakat Indonesia.
"Kultur harus berubah semua. Jadi saya ingin sudah terinstall sistem yang baru. Jadi pada saat Pemerintah, kita masuk ke sana, sistemnya sudah siap. Orang tinggal ikuti sistem," ujarnya.
Selain itu, dia juga ingin Kaltim menjadi hub atau penghubung talent-talent lokal dengan global atau internasional yang ada di sana. "Harus ada daya tarik yang kuat sehingga ibu kota betul-betul sebuah Indonesia yang baru dengan peradaban yang baru pula," paparnya.
Advertisement
Alasan Kaltim Jadi Ibu Kota Baru
Dia kembali menjelaskan, sejumlah alasan mengapa akhirnya memilih Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai wajah ibu kota negara baru.
Pertama, Kaltim dinilai minim akan risiko bencana alam seperti tsunami, banjir dan lain sebagainya. Kedua, negara tak perlu mengurus pembebasan lahan sebab di sana merupakan tanah negara.
Reporter: Bawono Yadika
Sumber: Liputan6.com