Pertamina belum optimal melakukan investigasi untuk mencari penyebab pasti kebocoran gas dan tumpahan minyak di Perairan Karawang, sebab masih menunggu penutupan Sumur YYA-1 Blok Offshore North West Java (ONWJ).
Direktur Operasi dan Produksi sekaligus Commander Incident PT Pertamina Hulu Energi Taufik Adityawarman mengatakan, Pertamina baru melakukan investigasi internal, untuk mencari data penyebab kebocoran sumur dan tumpahan minyak sumur YYA-1 yang terletak di Perairan Karawang.
"Penyebab investigasi internal masih berlangsung, belum ada update apa-apa," kata Taufik, di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (20/9).
Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H Samsu menambahkan, investigasi baru dapat optimal jika kebocoran gas di sumur YYA-1 sudah ditutup, sebab anjungan lepas pantai dan alat pengeboran baru bisa diakses.
"Kami perkirakan setelah sumur dan anjungan bisa diisolasi dan aman untuk didatangi, maka akan dilanjutkan investigasi lebih detil," ujarnya.
Berdasarkan dugaan awal, kebocoran gas dari sumur YYA-1 mempengaruhi konstruksi anjungan sehingga menjadi miring, kemiringan anjungan ini menjadi penyebab tumpahan minyak. Agar anjungan tetap kokoh, telah dipasang dua tali penambat ke kaki anjungan yang dihubungkan ke alat pengerek yang ada di tongkang.
"Tetapi tentunya investigasi harus dilakukan untuk pastikan (penyebabnya)," tandasnya.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6.com