Bank Indonesia (BI) pada hari ini menggelar puncak perayaan HUT BI ke-66 di Kantornya, Jakarta. Dalam perayaan ini, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, turut mensosialisasikan kebijakan baru mengenai Sistem Kliring Nasional BI (SKNBI).
"Pada hari ini kita akan juga meresmikan mulainya bagaimana kliring ritel BI yang lebih cepat, yang lebih murah," katanya saat ditemui di Kompleks Bank Indonesia, Jakarta, Sabtu (26/7).
Perry menuturkan salah satu kebijakan baru melalui sistem SKNBI ini adalah menurunkan biaya transfer kliring. Di mana biaya yang dikenakan bank peserta kepada nasabah diturunkan menjadi sebesar Rp3.500 dari sebelumnya Rp5.000.
Selain itu batas maksimal transfer juga dinaikan menjadi Rp1 miliar dari yang sebelumnya hanya Rp500 juta. Kemudian dalam implementasinya BI juga akan menambah jadwal pengoprasian.
"Selama ini dalam sehari itu 5 kali penyelesaian akan menjadi 9 kali dan sekarang dengan SKNBI, itu akan lebih cepat, harganya juga lebih murah," katanya.
Perry menambahkan upaya ini dilakukan sebagai wujud nyata Bank Sentral Indonesia dalam mempercepat dan meningkatkan efisiensi ekonomi melalui gerbang pembayaran. "Jadi masyarakat bisa menikmati SKN BI lebih cepat, lebih murah. Setiap jam bisa penyelesaian. Harganya Rp3.500," pungkasnya.
Seperti diketahui, penyempurnaan penyempurnaan sistem layanan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) ini akan berlaku efektif pada 1 September 2019 mendatang. Salah satunya adalah menurunkan biaya transfer kliring. Transfer kliring adalah pemindahan dana yang dilakukan melalui bank cabang, internet banking, dan mobile banking.