Genjot Investasi, Menkeu Harap Bank Indonesia Kembali Turunkan Suku Bunga Acuan

Bank Indonesia (BI) telah melakukan pelonggaran kebijakan melalui penurunan Bank Indonesia (BI) 7-Days Reverse Repo Rate atau suku bunga acuan menjadi angka 5,75 persen. Penurunan itu dilakukan sejalan dengan kondisi perekonomian global yang melambat.

Dwi Aditya Putra
Oleh Dwi Aditya Putra - Reporter
Genjot Investasi, Menkeu Harap Bank Indonesia Kembali Turunkan Suku Bunga Acuan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati Soal Suku Bunga Acuan Bank Indonesia. ©2019 Merdeka.com/Anggun P Situmorang

Bank Indonesia (BI) telah melakukan pelonggaran kebijakan melalui penurunan Bank Indonesia (BI) 7-Days Reverse Repo Rate atau suku bunga acuan menjadi angka 5,75 persen. Penurunan itu dilakukan sejalan dengan kondisi perekonomian global yang melambat.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan keputusan BI dalam menurunkan suku bunga acuan memberikan dampak positif terhadap pasar. Dia pun berharap, penurunan suku bunga masih akan terus berlanjut ke depannya.

"Ya tentu kita berharap respon dari BI terhadap lingkungan global maupun dalam negeri dengan adanya penurunan suku bunga dan kemungkinan masih akan ada langkah selanjutnya," katanya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (22/7).

Menteri Sri Mulyani mengatakan, kenaikan suku bunga selama ini telah memberi dampak terhadap sektor perbankan. Sehingga, mau tidak mau kenaikan suku bunga acuan juga berdampak pada laju investasi yang belakangan melempem.

"Dengan penurunan suku bunga dan direction yang akan terjadi dan improvement dan perbaikan dari sisi investasi kita berharap investasi akan bisa pickup lagi semester II," katanya.

Sebelumnya, BI kembali membuka peluang untuk menurunkan suku bunga acuan di Semester II-2019. Penurunan suku bunga tersebut diharapkan akan memberikan keuntungan bagi sejumlah sektor, antar lain perbankan dan properti.

"Minggu lalu kami juga melanjutkan langkah-langkah pelonggaran kebijakan kami. Kami sudah turunkan suku bunga. Penurunan suku bunga berlanjut masih akan terbuka," kata Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.

Rekomendasi