Sinergi Tiga Direktorat, Kemenkeu Incar Penerimaan Negara Rp50 Triliun

Wakil Menteri Keuangan sekaligus Ketua Tim Sinergi, Mardiasmo mengatakan, sinergi dilakukan dalam rangka optimalisasi penerimaan negara dan meningkatkan kemudahan layanan terhadap Wajib Pajak (WP) dan Wajib Bayar (WB). Sinergi ini diharapkan dapat mengoptimalkan penerimaan negara.

Wilfridus Setu Embu
Oleh Wilfridus Setu Embu - Reporter
Sinergi Tiga Direktorat, Kemenkeu Incar Penerimaan Negara Rp50 Triliun
Mardiasmo. ©2017 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu Achmud

Kementerian Keuangan melakukan upaya penguatan sinergi antara Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), serta Direktorat Jenderal Anggaran (DJA). Penguatan itu dibalut dengan Program Sinergi.

Wakil Menteri Keuangan sekaligus Ketua Tim Sinergi, Mardiasmo mengatakan, sinergi dilakukan dalam rangka optimalisasi penerimaan negara dan meningkatkan kemudahan layanan terhadap Wajib Pajak (WP) dan Wajib Bayar (WB). Sinergi ini diharapkan dapat mengoptimalkan penerimaan negara.

"Kami yakin dari waktu ke waktu kita lakukan reformasi sehingga kontribusi dari joint ini menghasilkan Rp50 triliun di 2019," kata dia, di Kantor Pusat DJP, Jakarta, Selasa (25/6).

Selain itu, lanjut Mardiasmo, tujuan dari sinergi ini adalah untuk mendukung perekonomian nasional. "Sinergi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, meningkatkan daya saing, peringkat EoDB (kemudahan berusaha) Indonesia, dan kredibilitas serta efektivitas APBN," ungkapnya.

Diketahui, kerja sama tersebut meliputi 8 program. Kedelapan program tersebut, yakni joint analysis, joint audit, joint collection, sinergi investigasi, proses bisnis, single profile, secondment dan program sinergi lainnya.

"Dengan sinergi ini kita bisa hemat 50 persen waktu dan biaya. Bisa hemat pelayanan dan semuanya," tandas dia.

Rekomendasi