Beri Kepastian, Rencana The Fed Tak Ubah Suku Bunga di 2019 Gairahkan Industri RI

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi), Adhi S Lukman, mengatakan indikasi The Fed bakal menahan suku bunga acuan di tahun ini menjadi kabar gembira bagi industri. Sebab, industri akan mendapat kepastian modal kerja dan investasi.

Wilfridus Setu Embu
Oleh Wilfridus Setu Embu - Reporter
Beri Kepastian, Rencana The Fed Tak Ubah Suku Bunga di 2019 Gairahkan Industri RI
the fed. ©2018 PYMNTS.com

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi), Adhi S Lukman, mengatakan indikasi The Fed bakal menahan suku bunga acuan di tahun ini menjadi kabar gembira bagi industri. Sebab, industri akan mendapat kepastian modal kerja dan investasi.

"Saya melihat dengan kondisi seperti itu buat (industri) makanan dan minuman tentu akan lebih bagus," kata dia saat dihubungi Merdeka.com, Jumat (12/4).

Dia menjelaskan, kenaikan suku bunga The Fed tentu akan berdampak pada sektor industri, termasuk mamin. "Yang tadinya kita perkirakan The Fed akan naikkan suku bunga otomatis akan menjadi beban baru dari biaya untuk modal kerja, modal investasi," ungkap Adhi.

"Tapi ternyata The Fed tidak melakukan tentu ini berita positif yang bisa mendukung pertumbuhan ekonomi yang bisa bagus. Mudah-mudahan ini konsisten sampai akhir tahun sehingga bisa lebih bagus," kata dia.

Dia pun mengakui bahwa tahun 2018 memang cukup berat untuk dilewati, mengingat tekanan dari perekonomian global yang cukup tinggi. Meskipun demikian, pihaknya dapat melewati tahun kemarin dengan cukup baik.

Tahun lalu, lanjut Adhi, tidak ada peningkatan harga dari industri mamin di tengah tekanan ekonomi dunia. "Saya optimistis akan berlanjut. Apalagi mudah-mudahan setelah pemilu ini kondisi stabil sehingga bisa mendorong lebih cepat pertumbuhan ekonomi kita," ujar dia.

Dia mengaku optimistis pertumbuhan industri mamin tahun ini bakal lebih moncer dibandingkan tahun lalu. Meskipun demikian, dia belum bisa membagikan target pertumbuhan industri mamin tahun ini. "Angkanya belum keluar tapi banyak (anggota asosiasi) yang bilang lebih bagus," imbuhnya.

Terkait kinerja industri mamin di kuartal pertama tahun ini, dia pun yakin akan lebih baik, walaupun angka pasti masih dihitung oleh asosiasi. Diketahui pertumbuhan industri mamin pada kuartal pertama tahun 2018 sebesar 12,7 persen.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai tekanan global berkurang dengan langkah bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang mempertahankan suku bunga acuannya. Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi tahun lalu, di mana The Fed menaikkan suku bunga acuan sebanyak empat kali.

Rekomendasi