Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengaku, khawatir dengan naiknya harga telur pada saat Natal dan Tahun Baru. Sebab, apabila harga telur naik maka akan berdampak juga ke inflasi.
"Harga telur sedang lumayan bagus, malah saya yang dag dig dug kalau harga naik kebablasan itu malah inflasinya akan naik," kata Menko Darmin, saat ditemui di Kabupaten Blitar, seperti ditulis Jumat (14/12).
Dirinya tak mempersoalkan, apabila harga telur di tingkat peternak mandiri naik. Namun kenaikan itu juga harus secara realistis, berada dilevel yang masih dapat dijangkau.
"Kita senang harganya naik tapi jangan terlalu naik, nanti kalau jatuh buat Anda juga saudara-saudara banyak yang mati kan kalau dia turunnya jauh," katanya.
"Cuma memang namanya telur ayam itu iramanya selalu di akhir tahun rada naik. Mau lebaran rada naik," tambah Darmin.
Seperti diketahui, sejumlah peternak ayam petelur di Desa Kebon Duren, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar masih mengeluhkan tingginya harga pakan ternak untuk jagung. Kondisi ini pun secara otomatis juga berdampak pada harga telur yang kemudian ikut naik.
Salah satu Peternak Ayam Petelur, Wahyu Sanjaya mengatakan, tingginya harga pakan jagung membuat harga telor ikut tergerek. Harga terlur yang biasanya mencapai Rp 15.000 per kilogram di tingkat peternak kini bisa mencapai Rp 21.500 per kilogram.