KNKT benarkan Lion Air JT 610 alami kerusakan sejak penerbangan Denpasar-Jakarta

"Rumor yang berlangsung di media sosial begitu hebatnya dan sekaligus kami memberikan klarifikasi bahwa di dalam blackbox itu ternyata ada 4 penerbangan yang 4 flight yang mengalami masalah dengan indikator air speed."

Yayu Agustini Rahayu
Oleh Yayu Agustini Rahayu - Reporter
KNKT benarkan Lion Air JT 610 alami kerusakan sejak penerbangan Denpasar-Jakarta
Lion Air. ©2018 humas lior air

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) membenarkan pesawat Lion Air dengan nomor registrasi PQ-LQP yang mengalami kecelakaan saat melayani rute penerbangan Jakarta - Pangkal Pinang dengan nomor JT 610 telah mengalami kerusakan sejak penerbangan malam sebelumnya. Rute penerbangan tersebut adalah dari Denpasar menuju Jakarta.

Hal tersebut terungkap dari data black box Flight Data Recorder (FDR) pesawat yang ditemukan beberapa hari lalu dan datanya sudah berhasil diunduh.

"Kami melihat ada beberapa dari kita lihat datanya memang kita sudah akui bahwa penerbangan dari Denpasar ke Jakarta ada masalah teknis," kata Kepala KNKT, Soerjanto Tjahjono di kantornya, Senin (5/11),

Pernyataan Kepala KNKT ini sesuai dengan rumor yang sempat heboh dan beredar di sosial media. "Rumor yang berlangsung di media sosial begitu hebatnya dan sekaligus kami memberikan klarifikasi bahwa di dalam blackbox itu ternyata ada 4 penerbangan yang 4 flight yang mengalami masalah dengan indikator air speed," ujarnya.

Dia menyebutkan, kerusakan yang terjadi adalah pada penunjuk kecepatan atau air speed indicator. Namun untuk penyebab pastinya saat ini belum dapat diketahui. "Ternyata begitu kita buka blacboxnya memang yang dimaksud teknik tadi adalah masalah air speed atau kecepatan dari pesawat," ujarnya.

"Tapi ternyata dari data blackbox itu dua penerbangan sebelum Denpasar pun mengalami kerusakan. Nah inilah apa namanya pentingnya blackbox kalau tanpa itu, kita sangat sulit untuk membuktikan ada masalah," sambungnya.

Kendati demikian, dia menegaskan saat ini kondisi tersebut belum dapat dijadikan patokan sebagai penyebab insiden kecelakaan pesawat.

"Jadi saya ulang lagi bahwa seperti yang kami sampaikan sebelum-sebelumnya, sebelum ada data faktual, KNKT tidak pernah menduga- duga. Kami hanya bisa berbicara berdasarkan fakta," tutupnya.

Rekomendasi