Menko Luhut soal pengamanan IMF-World Bank: Kita tak mau terlihat terlalu garang

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan, kesiapan keamanan menjadi suatu hal penting pada pertemuan yang diikuti oleh 189 negara tersebut. Selain mengamankan jalannya kegiatan, juga diharapkan bisa mengatasi berbagai hal-hal yang tidak dinginkan.

Dwi Aditya Putra
Oleh Dwi Aditya Putra - Reporter
Menko Luhut soal pengamanan IMF-World Bank: Kita tak mau terlihat terlalu garang
Luhut Panjaitan. ©2017 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Pemerintah Jokowi-JK melakukan berbagai langkah persiapan pertemuan IMF World-Bank 2018 yang diselenggarakan di Bali pada 8 - 14 Oktober mendatang. Salah satu persiapannya yakni mengenai keamanan pada pertemuan bank dunia tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan, kesiapan keamanan menjadi suatu hal penting pada pertemuan yang diikuti oleh 189 negara tersebut. Selain mengamankan jalannya kegiatan, juga diharapkan bisa mengatasi berbagai hal-hal yang tidak dinginkan.

Menko Luhut meminta kepada seluruh personil gabungan agar bertindak seperti biasa-biasa saja, namun tetap melakukan pengamanan dengan ketat.

"Tadi hanya mengoordinasikan lagi kita tidak mau pengamanan terlihat terlalu garang, tapi aman antara satgas (satuan tugas) gabungan dengan Paspamres, dengan Polda semua," kata Menko Luhut di Kantornya, Jakarta, Selasa (2/10).

Sebelumnya, Menko Luhut menyatakan pemerintah akan menerjunkan 12.000 personel gabungan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia guna mengamankan pagelaran International Monetary Fund World Bank Group (IMF-WBG) 2018 yang akan berlangsung pada 8 sampai 14 Oktober 2018 mendatang, di Nusa Dua Bali.

Nantinya TNI dengan Polri diharapkan mampu bersinergi dengan baik mengamankan acara tersebut. "Ada 12.000 personil gabungan," kata Menko Luhut saat konferensi pers, di Kementerian Keuangan beberapa waktu lalu.

Dia menyebut, jumlah peserta yang datang diperkirakan bahkan akan melebihi aparat keamanan. Pengunjung juga diprediksi di luar ekspektasi mengingat Bali saat ini menjadi destinasi wisatawan nomor satu dunia.

Rekomendasi