Di depan investor Britania Raya, bos OJK yakinkan fundamental ekonomi RI sangat kuat

Dalam forum itu, industri keuangan yang berbasis di Britania Raya juga memiliki keyakinan yang sama bahwa Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang baik dan akan mampu menghadapi gejolak di pasar keuangan yang bersifat jangka pendek ini. Wimboh juga mengundang Investor di Britania Raya untuk lebih dekat dengan RI.

Bimo Pratomo
Oleh Bimo Pratomo - Reporter
Di depan investor Britania Raya, bos OJK yakinkan fundamental ekonomi RI sangat kuat
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. ©2018 HUmas OJK

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menegaskan bahwa fundamental perekonomian saat ini sangat kuat. Gejolak pada perekonomian Indonesia saat ini, menurutnya, hanya bersifat sementara.

"Tekanan pada pasar keuangan yang terjadi akhir-akhir ini hanya merupakan fenomena temporer sebagai akibat dari rebalancing portofolio dari global investor," kata Wimboh saat menjadi pembicara dalam acara 'Investor Update 2018 Forum' yang diselenggarakan 'TheCityUK' di London, Inggris, Selasa (24/7).

Dalam forum yang diikuti sejumlah investor dan industri keuangan yang berbasis di Britania Raya itu Wimboh menyampaikan bahwa OJK bersama dengan Bank Indonesia (BI) dan pemerintah telah berkoordinasi untuk mengambil berbagai kebijakan dalam koridor kewenangan masing-masing untuk meredam gejolak ini.

Dalam forum itu, industri keuangan yang berbasis di Britania Raya juga memiliki keyakinan yang sama bahwa Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang baik dan akan mampu menghadapi gejolak di pasar keuangan yang bersifat jangka pendek ini.

Pada kesempatan itu, Wimboh juga menyampaikan agenda prioritas OJK dalam mendukung program strategis pemerintah dalam pembangunan infrastruktur di berbagai daerah dengan berbagai inisiatif pengembangan di pasar modal.

"Pembangunan infrastruktur menjadi agenda prioritas utama bagi Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, mengurangi pengangguran, meningkatkan konektivitas, dan memicu kegiatan ekonomi di daerah sekitarnya," kata Wimboh.

Pemerintah Indonesia juga terus menerapkan reformasi struktural dengan mengalihkan subsidi bahan bakar ke pembangunan infrastruktur dan program jaminan sosial.
Dijelaskan Wimboh, untuk mendukung pembiayaan pembangunan infrastruktur ini,
pengembangan pasar modal menjadi penting sebagai penyedia alternatif pembiayaan jangka panjang.

Selain itu, beberapa alternatif program pembiayaan yang didorong OJK di antaranya adalah:
1. Mengembangkan variabilitas instrumen pembiayaan pasar modal seperti sekuritisasi,
obligasi perpetual, greenbonds, obligasi daerah, dan blended finance.
2. Menyederhanakan proses penerbitan di pasar modal dan menerapkan beberapa kebijakan yang mendukung seperti pengembangan instrumen dan pasar hedging dan juga berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan terkait Insentif Pajak bagi produk pasar modal.
3. Memperluas basis investor domestik.
4. Memperkuat peran Lembaga Keuangan Non Bank dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur termasuk di dalamnya melalui pasar modal.

Wimboh Santoso juga mengundang Investor di Britania Raya untuk lebih dekat dengan Indonesia, karena Indonesia memiliki banyak outlet bagi investor untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia dengan fundamental ekonomi yang solid, keuntungan yang lebih baik dan risiko yang terkendali.

Rekomendasi