Pemerintah mampu hemat USD 2 miliar lewat substitusi impor ini

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan, perbaikan defisit neraca perdagangan dapat dilakukan dengan substitusi kebutuhan impor. Sektor tekstil, misalnya, pemerintah bisa mensubstitusi paracilin impor, yang merupakan bahan petrokimia serta menjadi bahan baku serat kain dan fiber.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemerintah mampu hemat USD 2 miliar lewat substitusi impor ini
Airlangga Hartarto. ©2018 Merdeka.com

Pemerintah berencana melakukan evaluasi terhadap beberapa barang impor Indonesia. Hal ini dilakukan untuk memperkecil defisit transaksi berjalan yang dipicu oleh defisit neraca perdagangan Indonesia dalam beberapa bulan terakhir.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan, perbaikan defisit neraca perdagangan dapat dilakukan dengan substitusi kebutuhan impor. Industri tekstil, misalnya, pemerintah bisa mensubstitusi paracilin impor, yang merupakan bahan petrokimia serta menjadi bahan baku serat kain dan fiber.

"Industri tekstil misalnya kita lihat unsur di tekstil apa yang impornya tinggi. Nah salah satunya adalah paracilin yang adalah petrochemicals menjadi bahan baku untuk serat dari petrokimia fiber," ujar Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (6/7).

Airlangga mengatakan, untuk industri tekstil sebenarnya bisa diproduksi sendiri di dalam negeri. Apabila sektor impor ini diproduksi sendiri di dalam negeri, maka dapat menghasilkan penghematan devisa sebesar USD 2 miliar per tahun.

"Ini bisa cepat didorong karena ada pabrik yang dulu grup nya Texmaco yang sekarang kan semuanya berhenti produksi. Kalau ini bisa berproduksi maka kita bisa hemat USD 2 miliar satu tahun," jelasnya.

Airlangga menambahkan, substitusi impor bahan baku sangat penting dilakukan. Mengingat dampaknya bisa langsung dirasakan ke penghematan devisa.

"Substitusi impor bahan baku akan kami dorong untuk investasi, tetapi kalau industri yang ada pakai itu, langsung berdampak ke penghematan devisa. Nah, yang bisa langsung penghematan devisa ini harus digenjot karena hasilnya instan," tandasnya.

Rekomendasi