Kelompok bersenjata melakukan penembakan secara kejam terhadap para pekerja proyek jalan dari PT SHJ yang berada di sekitar Kanggime, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, pada Minggu malam (2/8/2026). Serangan yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ini mengakibatkan lima orang dilaporkan kehilangan nyawa.
Peristiwa penyerangan terhadap warga sipil tersebut telah dikonfirmasi oleh Kodam XVII Cenderawasih, Kolonel Infanteri Tri Purwanto. Ia menyatakan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan proses evakuasi terhadap korban.
"Benar, ada insiden penembakan yang menewaskan para pekerja PT SHJ dan saat ini sedang dilakukan proses evakuasi," ujarnya, sebagaimana dikutip dari Antara.
Di hari sebelumnya, pada Jumat, tim Satgas Koops TNI Habema juga telah mengevakuasi jenazah Teina Alya, seorang korban penembakan oleh KKB, dari dasar jurang di sekitar Kali Kolof, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. Wirya Artadiguna, menjelaskan bahwa korban diduga ditembak oleh KKB pada Senin (20/7/2026) dan merupakan salah satu dari tiga korban dalam insiden tragis tersebut.
Ia menambahkan bahwa pada Senin (27/7), keluarga korban telah meminta bantuan dari TNI untuk mengevakuasi jenazah agar dapat dimakamkan dengan layak. Proses evakuasi ini menjadi sangat penting bagi keluarga yang berduka.
Hasil pemantauan menggunakan pesawat nirawak (drone) menunjukkan bahwa jenazah berada di dasar longsoran Kali Kolof yang memiliki kedalaman sekitar 50 meter dan berjarak sekitar 100 meter dari lokasi terjadinya penembakan. Hal ini menunjukkan betapa sulitnya medan yang harus dilalui untuk mengevakuasi korban.
Dikarenakan kondisi medan yang sangat curam, personel Satgas Koops TNI Habema melakukan evakuasi vertikal dengan teknik turun tebing (rappelling) setelah memastikan bahwa lokasi aman untuk dilakukan evakuasi. Ini adalah langkah yang sangat hati-hati mengingat situasi yang berbahaya.
"Tiga personel Satgas Koops TNI Habema diturunkan menggunakan tali karmantel menuju dasar jurang, kemudian mengevakuasi korban ke dalam kantong jenazah untuk selanjutnya dibawa ke RSUD Dekai dan diserahkan kepada keluarga," jelas Wirya.