Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengungkapkan alasan rencana pencabutan tarif khusus produk ekspor Indonesia oleh Amerika Serikat (AS). Rencana tersebut disebut muncul karena neraca perdagangan AS yang sudah defisit terhadap Indonesia.
Menurut politisi Nasdem ini, pemerintah juga akan melakukan rapat koordinasi dengan stakeholder terkait untuk membahas hal tersebut. "Kita yakin bahwa trade war itu bukan hal yang kita pilih. Ya itu kita tunggu hari Senin. Nanti kita akan rapat hari Minggu. Rapat koordinasi," ujarnya ketika ditemui di ICE, BSD, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (6/7).
Menteri Enggar menjelaskan, nilai ekspor AS ke Indonesia mencapai USD 9 miliar. Sementara, ekspor Indonesia ke AS senilai USD 13 miliar.
"Besar (defisit AS). Di kita USD 9 miliar di mereka USD 13 miliar. Setelah kita telusuri, ada yang kita ekspor melalui Hong Kong, Singapura, tapi country of origin-nya Indonesia," ungkapnya.
Pemerintah, lanjutnya, akan melakukan lobi dengan pemerintah AS untuk membicarakan rencana pencabutan tersebut. "(Pencabutan) GSP juga belum diterapkan. Mereka hanya mengatakan akan masuk dalam itu. Kita juga lakukan lobi," katanya.