Rencana buka rute ke Eropa, Lion Grup jajal pesawat Airbus A330-900neo

Rencana buka rute ke Eropa, Lion Grup jajal pesawat Airbus A330-900neo. Lion Grup serius menjajaki pembukaan rute baru ke Eropa. Pencabutan larangan terbang ke Uni Eropa dan tingginya permintaan pasar membuat mereka yakin untuk menjajal penerbangan ke Eropa.

Kirom
Oleh Kirom - Reporter
Rencana buka rute ke Eropa, Lion Grup jajal pesawat Airbus A330-900neo
Lion Grup. ©2018 Merdeka.com/Kirom

Lion Grup serius menjajaki pembukaan rute baru ke Eropa. Pencabutan larangan terbang ke Uni Eropa dan tingginya permintaan pasar membuat mereka yakin untuk menjajal penerbangan ke Eropa.

Lion Grup mendatangkan pesawat jenis Airbus A330-900neo untuk uji coba hari ini ke Indonesia. Jenis pesawat baru ini lebih modern dibanding model sebelumnya.

"Kami sedang sertifikasi, karena pesawat ini diklaim lebih efisien, lebih modern dan visible dengan Lion yang ingin membuka rute penerbangan ke Eropa," kata Direktur Umum Lion Grup Edward Sirait, Kamis (28/6).

A330-900neo lanjut Edward, merupakan pesawat berbadan besar, yang mampu mengangkut hingga 400-an penumpang pada kelas ekonomi atau 200 penumpang lebih di kelas bisnis.

Dari sisi penerbangan, kemampuan terbang A330-900neo bisa menjelajah dunia dengan lama penerbangan maksimal hingga 16 jam nonstop atau 13.900 kilometer.

"Pesawat ini baru digunakan perdana oleh Portugal, dan kalau sesuai dengan apa yang visi kami, Lion Grup atau Indonesia menjadi negara pertama di Asean yang menggunakan pesawat itu," ucap dia.

Kapten Daniel Putut Managing Director Lion Grup, yang merasakan terbang dengan pesawat itu merasakan pengalaman berbeda dengan jenis pesawat komersil lain.

"Dari sisi pilot, ini lebih enak saat kami take off dan bermanuver ini sangat nyaman. Di sisi penumpang, pun sama. Ruang kabinnya juga lebih senyap," ucap dia.

Namun begitu, proses sertifikasi pesawat ini masih akan berjalan, sebelum nantinya Lion Grup memastikan untuk meminang pesawat bermesin Roll Royce tersebut, untuk pengoperasian di salah satu anak perusahaannya.

"Kami lihat semuanya, dari apa yang mereka klaim soal efisiensi, kelengkapan fitur, kecanggihan teknologi dan sebagainya. Kami juga harus pastikan kesiapan kami dari sisi SDM. Ya kalau nanti ada pelatihan untuk awak kabin juga tidak terlalu lama," katanya.

Lion Grup menargetkan, seluruh proses sertifikasi sudah bisa diputuskan pada Akhir Juli 2018 ini. Dari hasil itu, Lion akan memastikan apakah akan meminang jenis pesawat terbaru itu atau tidak.

"Kita lihat sertifikasinya bagaimana, nanti sesuai tidak. paling lambat Agustus bisa kami putuskan," ucap dia.

Rekomendasi