Keputusan pemerintah untuk memperpanjang hari libur Lebaran serta pemberian THR dan gaji ke-13 untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) membuat Bank Indonesia meningkatkan ketersediaan uang tunai periode tahun ini.
Setidaknya, bank sentral menyiapkan Rp 188,2 triliun uang tunai untuk memenuhi kebutuhan periode Lebaran. Angka tersebut meningkat dari periode Lebaran tahun lalu yang hanya sebanyak Rp 163,2 T.
Deputi Gubernur BI, Rosmaya Hadi mengatakan, tahun lalu peningkatan uang tunai periode Lebaran hanya meningkat 13,9 persen, untuk tahun ini peningkatan terjadi hingga 15,3 persen.
"BI perbanyak distribusi uang melalui kas titipan dan kemudian di daerah perbatasan," kata Rosmaya, di Gedung BI, Jumat (8/6).
Mobil-mobil yang menjadi kas keliling pun mendapat tambahan modal kerja. Tahun lalu, per mobil hanya dibekali Rp 700 juta, tahun ini per mobil modalnya adalah Rp 900 juta.
Hingga hari ini, lanjutnya, data menunjukkan bahwa penarikan uang tunai sudah mencapai Rp 187,8 triliun. "Ini hari-hari kritikal untuk penukaran, sampai siang ini keluar Rp 187,8 T. Berarti ini sudah luar biasa," ujarnya.
Uang tunai yang beredar di masyarakat akan mulai masuk atau disetorkan kembali kepada perbankan mulai tanggal 19 Juni mendatang. "Tanggal 19 sudah menerima lagi setoran arus balik."