Kunjungi pesantren di Purworejo, Menperin beri wejangan soal Santripreneur

Ke depan, para santri ini, selain mendalami ilmu agama, juga belajar menjadi seorang yang bisa berwirausaha.

Rohimat Nurbaya
Oleh Rohimat Nurbaya - Reporter
Kunjungi pesantren di Purworejo, Menperin beri wejangan soal Santripreneur
Menperin Airlangga Hartarto disambut santri pondok pesantren An-Nawawi, Jawa Tengah.. ©2018 Merdeka.com

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyambangi Pondok Pesantren An-Nawawi, Berjan Purworejo, Jawa Tengah, Selasa (8/5). Airlangga mendatangi pondok pesantren tersebut di sela-sela kunjungannya ke Purworejo dalam rangka pelepasan ekspor gula semut.

Di depan para santri, Airlangga mengatakan bahwa saat ini Kementerian Perindustrian memiliki program Santripreneur. Ke depan, para santri ini, selain mendalami ilmu agama, juga belajar menjadi seorang yang bisa berwirausaha.

"Maka dari itu, dalam kesempatan ini kami perlu bertukar pikiran kira-kira apa yang diperlukan di pesantren sini, karena banyak hal yang dapat kami lakukan, di pesantren lain kami mengembangkan industri air minum dalam kemasan," kata Airlangga.

Menperin Airlangga Hartarto disambut santri pondok pesantren An-Nawawi, Jawa Tengah. ©2018 Merdeka.com


Menurut Airlangga, melalui program Santripreneur tersebut, Kementerian Perindustrian bisa memfasilitasi dan mendorong dengan berbagai hal. Sehingga, ke depan para santri lebih mandiri, dan dapat membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Karena ke depan Indonesia ini tergantung adik-adik santri semua, kami ini hanya mengantarkan adik-adik," ujarnya.

Airlangga menyebut, pada era bonus demografi 15 tahun mendatang, para siswa yang di pesantren inilah yang akan merasakannya. Karena itu, dari sekarang para santri harus digembleng baik secara ilmu agama maupun tentang ilmu ekonomi.

Memasuki era digital seperti searang ini, dia menyarankan para santri tidak memandang teknologi sebagai sesuatu yang negatif. Kata dia, teknologi harus dimanfaatkan.

"Ke depan kita juga bisa, koperasi ini dikaitkan dengan ilmu digital. Jadi kita lihat bisa belanja melalui online dan mengatur kebiasaan dengan sosial media," ucapnya.

Dengan ekonomi digital itu, kata Airlangga, para santri bisa belajar menjadi wirausaha melalui online. Dan Kementerian Perindustrian akan mendorongnya. "Jadi saya tekankan kepada adik-adik, Indonesia untuk ke depan, harus menjadi negara besar," ucap dia.

Rekomendasi