Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bertemu dengan Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Ceko Vladimir Bartl Rabu (2/5). Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Republik Ceko itu, Airlangga menjajaki kerja sama industri dan perdagangan dengan negara anggota Uni Eropa tersebut.
Airlangga menuturkan, salah satu kerja sama yang ingin dijajaki adalah pengembangan industri pesawat perintis di Indonesia. Sebagai negara kepulauan, Indonesia dianggap sangat potensial untuk industri pesawat perintis ini. Sehingga, kerja sama industri pesawat perintis antara Indonesia dan Ceko ini dianggap sangat cocok.
Sebuah kiriman dibagikan oleh Airlangga Hartarto (@airlanggahartarto4.0) pada
"Ceko mempunyai kekuatan dalam pengembangan pesawat perintis, dan begitupun Indonesia sebagai negara kepulauan juga mengembangkan industri ini," ucap Airlangga.
Indonesia merupakan negara kepulauan dengan lebih dari 17.500 pulau, yang sulit dihubungkan melalui jalur darat. Pesawat perintis ini diproyeksikan menjadi transportasi andalan untuk penghubung antar pulau di Tanah Air. Terlebih, banyak daerah di Indonesia yang tak memiliki bandara besar. Maka, industri pesawat perintis akan sangat dibutuhkan.
Indonesia juga menjadi negara berpenduduk terbesar keempat di dunia. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki panjang garis pantai lebih dari 81 ribu kilometer. Dengan luas laut sekitar 3,1 juta kilometer persegi, tidak heran wilayah pesisir dan lautan Indonesia sangat kaya akan keanekaragaman hayati. "Republik Ceko berharap bisa berkolaborasi dengan Indonesia soal industri negara perintis ini," ucap dia.