Pengusaha apresiasi upaya ESDM pangkas perizinan di sektor migas

Presiden Indonesian Petroleum Association (IPA), Ronald Gunawan mengapresiasi upaya Kementerian ESDM guna menggairahkan iklim investasi di sektor hulu migas. Seperti dengan mengubah skema cost recovery menjadi skema gross split dan memangkas beberapa peraturan di sektor migas.

Wilfridus Setu Embu
Oleh Wilfridus Setu Embu - Reporter
Pengusaha apresiasi upaya ESDM pangkas perizinan di sektor migas
Presiden IPA Ronald Gunawan. ©2018 Merdeka.com/Wilfridus Setu Embu

Presiden Indonesian Petroleum Association (IPA), Ronald Gunawan mengapresiasi upaya Kementerian ESDM guna menggairahkan iklim investasi di sektor hulu migas. Hal ini terlihat dengan diambilnya WK Migas yang ditawarkan Pemerintah dalam lelang.

Dia mengatakan, dalam 18 bulan terakhir, Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan telah melakukan berbagai perubahan di industri migas dalam negeri salah satunya menerbitkan PSC model baru dengan skema Gross Split, setelah Indonesia memakai PSC Cost Recovery selama lebih dari 50 tahun.

"Untuk PSC Cost Recovery yang masih berjalan, Pemerintah melakukan revisi PP 79/2010 dan menerbitkan PP 27/2017. Perubahan kontrak dari PSC Cost Recovery menjadi Gross Split merupakan perubahan yang signifikan dari segi tata kelola industri hulu migas dengan tujuan memberikan fleksibilitas kepada kontraktor untuk melakukan efisiensi dalam operasinya," ungkapnya di JCC, Jakarta, Rabu (2/5).

IPA pun mengapresiasi upaya pemerintah dalam penyederhanaan peraturan dan perizinan. Dalam catatan IPA di bulan Februari tahun ini sekitar 14 peraturan di sektor migas telah dicabut karena dianggap menghambat kegiatan bisnis.

"18 bulan terakhir ini arahnya positif. POD (Persetujuan plan of development/POD)) itu bisa sampai 1 tahun, sekarang hanya beberapa bulan," imbuhnya.

Rekomendasi