Jembatan terpanjang Papua jadi proyek pertama yang pembangunannya boleh dilanjutkan

Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Arie Setiadi Moerwanto, mengatakan keputusan untuk melanjutkan pembangunan jembatan Holtekam ditempuh setelah pihaknya melakukan rapat yang dihadiri Kepala Badan Puslitbang Kementerian PUPR dan konsorsium pembangun jembatan.

Bimo Pratomo
Oleh Bimo Pratomo - Reporter
Jembatan terpanjang Papua jadi proyek pertama yang pembangunannya boleh dilanjutkan
Jembatan Holtekamp. ©2017 Merdeka.com

Pemerintah menyatakan tetap melanjutkan pembangunan megaproyek jembatan panjang Hamadi-Holtekam di Kota Jayapura, Provinsi Papua. Saat ini, pemerintah tengah memoratorium atau penghentian sementara seluruh pekerjaan konstruksi berat di tanah melayang, mulai jalan tol, jembatan panjang, dan kereta layang.

Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Arie Setiadi Moerwanto, mengatakan pembangunan jembatan Holtekam tetap dilanjutkan dan tidak terpengaruh dengan dihentikannya pembangunan usai ambruknya beton proyek pembangunan tol Becakayu, Jakarta Timur.

Terkait insiden ambruknya beton proyek pembangunan tol Becakayu itu, pemerintah memutuskan memberhentikan sementara pekerjaan konstruksi untuk dievaluasi bersama tim Komite Keselamatan Konstruksi.

"Jembatan Holtekam merupakan jembatan pertama yang dinyatakan pembangunannya tetap dilanjutkan," kata Moerwanto seperti dikutip dari Antara dalam sambutannya pada 'lifting center span 1' jembatan Holtekam di Jayapura, Rabu (21/2).

Dia mengatakan keputusan untuk melanjutkan pembangunan jembatan Holtekam ditempuh setelah pihaknya melakukan rapat yang dihadiri Kepala Badan Puslitbang Kementerian PUPR dan konsorsium pembangun jembatan yang melintas di atas Teluk Youtefa tersebut. Rapat tersebut digelar untuk menganalisa semua prosedur dalam pelaksanaan pembangunan jembatan tersebut yang juga melibatkan komisi keselamatan.

Dari hasil analisa yang dilakukan diputuskan pembangunan jembatan Holtekam tetap dilaksanakan sesuai jadwal yang sudah ditentukan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan. "Jembatan Holtekam nantinya tidak saja mempermudah jarak tempuh tetapi juga menjadi ikon bagi pariwisata khususnya di Kota Jayapura," kata Moerwanto.

Jembatan Holtekam itu juga merupakan jembatan pertama di Indonesia yang didesain untuk menjadi tujuan wisata. "Untuk mewujudkan rencana tersebut tentu tergantung penyelesaian masalah tanah, yang diharapkan terwujud pada 2019," ujar Moerwanto.

Sekretaris Daerah Pemprov Papua Herry Dosinaen menyatakan kebanggaannya karena Kota Jayapura merupakan pintu gerbang yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Papua Nugini. Selain menjadi kebanggaan, jembatan tersebut juga memudahkan masyarakat yang ingin ke kawasan Koya atau Arso yang menjadi lokasi pengembangan industri di masa mendatang.

"Dengan adanya jembatan Holtekam maka jarak tempuh lebih pendek dan menjadi kebanggaan masyarakat di Papua," kata Herry Dosinaen.

Bentang tengah jembatan Holtekam dirakit di PT PAL Surabaya dan dibawa secara utuh ke Jayapura dengan menempuh waktu selama seminggu perjalanan atau sepanjang 3.200 kilometer.

Rekomendasi