Cerita kerja sama Cyber Park dengan Wika Realty bangun hunian berbasis internet

Hunian berbasis internet fiber optik dengan kapasitas band with internet simetris upload dan download sama, yaitu 100 Mbps, Ini merupakan yang pertama dan satu-satunya di Indonesia dan dibangun di atas lahan seluas 10 hektare (ha) di kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor, Jawa Barat.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Cerita kerja sama Cyber Park dengan Wika Realty bangun hunian berbasis internet
Perumahan. ©2017 Merdeka.com

PT Cyberindo Persada Nusantara dengan kawasan dikenal Cyber Park Indonesia menjalin kerja sama dengan PT Wika Realty membangun kawasan Perumahan Real Small Office Home Office (SOHO) dalam bentuk joint operation. Kerja sama mewujudkan hunian dengan konsep real cyber home ini akan berakhir pada Mei 2018.

"Ide dari pengembangan proyek hunian berbasis internet fiber optik ini memang berawal dari munculnya fenomena bekerja dari rumah dan merebaknya tren perusahaan rintisan digital (start up) di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini yang belum didukung oleh infrastruktur dan ekosistem yang sesuai," ujar Direktur Utama PT Cyberindo persada nusantara (Cyber Park Indonesia), Medigianto Munandar di Jakarta, Kamis (18/1).

Kata Medigianto, hunian berbasis internet fiber optik dengan kapasitas band with internet simetris upload dan download sama, yaitu 100 Mbps, Ini merupakan yang pertama dan satu-satunya di Indonesia dan dibangun di atas lahan seluas 10 hektare (ha) di kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor, Jawa Barat.

"Infrastruktur proyek pembangunan huniandengan nama Tamansari Cyber ini dimulai akhir 2015, dan dipasarkan awal 2016," jelasnya.

Dia mengatakan, perencanaan total pembangunan hunian Tamansari Cyber adalah 331 unit serta di tahap pertama akan dipasarkan sebanyak 258 unit dan selama hampir 4 tahun kerja sama antara Cyber Park Indonesia dengan PT Wika Realty, baru membangun sebanyak 33 unit.

Meski demikian, Medigianto tetap komitmen bahwa Cyber Park Indonesia akan terus mempercepat proses pembangunan kawasan hunian dengan konsep real cyber home guna ikut andil bagian dalam membangun ekonomi digital yang dicanangkan oleh Bapak Presiden Joko Widodo. Di mana semua pengusaha atau pebisnis berbasis jaringan (daring) atau pekerja di bidang teknologi, informasi, dan komunikasi yang berkutat dengan internet bisa berkumpul satu kawasan.

"Konsep kawasan ini bukan hanya cocok sebagai tempat tinggal sekaligus kantor, tapi lebih dari itu dapat dikembangkan sebagai data center berskala UKM," katanya.

Cyber Park Indonesia kata Medigianto memiliki komitmen bersama untuk membangun kawasan dengan dukungan fiber optik terbesar bukan hanya di Indonesia, tetapi juga bisa menyaingi kapasitas kebutuhan infrastruktur internet di Sillicon Valley.

"Cyber Park Indonesia membuka kerjasama dengan paradeveloper, investor dan partner lain yang berminat ikut terlibat," katanya.

Pengembangan kawasan hunian digital berbasis Home Industriyang terintegrasi dengan brand Cyberhome agar akselerasi dalam mendukung Target Energy of Asia menuju ekonomi Digital 2020 yang dicanangkan Presiden Jokowi dapat terwujud baik di lokasi Cyber Park Indonesia maupun di lokasi yang tersebar di seluruh Pulau Jawa.

"Potensi Indonesia merupakan pengguna media sosial terbesarnomor tiga di dunia seperti Facebook, Youtube, Twitter dan lain-lain namun masih sebatas konsumerisme daripada produktifitasmaka untuk itu lah perlunya kawasan seperti ini di bangun," pungkasnya.

Rekomendasi