Mobil listrik dan bus tenaga matahari anak bangsa mejeng di peresmian tol oleh Jokowi

Menteri Basuki yang mengenakan kemeja putih tersebut mengendarai mobil listrik EZZY berkecepatan maksimal 100 kilometer per jam. Mobil ini sudah dirilis pada 2013 lalu di Surabaya, dan sudah digunakan dalam event Tour de Java pada 2-6 Mei 2014 lalu. Presiden Jokowi pun direncanakan akan menjajal mobil ini.

Siti Nur Azzura
Oleh Siti Nur Azzura - Reporter
Mobil listrik dan bus tenaga matahari anak bangsa mejeng di peresmian tol oleh Jokowi
Mobil listrik dan bus buatan ITS. ©2017 Merdeka.com/Siti Nur Azzura

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) Basuki Hadimuljono bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan meresmikan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) yang terdiri dari seksi IB Sepanjang-WRR 4,3 km, Seksi II WRR-Driyorejo 5,1 km dan Seksi III Driyorejo-Krian 6,1 km. Sebelum melakukan peresmian, Menteri Basuki menjajal mobil listrik buatan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.Menteri Basuki yang mengenakan kemeja putih tersebut mengendarai mobil listrik EZZY berkecepatan maksimal 180 kilometer per jam. Mobil ini sudah dirilis pada 2013 lalu di Surabaya, dan sudah digunakan dalam event Tour de Java pada 2-6 Mei 2014 lalu. Presiden Jokowi pun direncanakan akan menjajal mobil ini.

"Ini mobilnya sudah bagus ya, karena sudah prototype. Menurut saya tidak ada bedanya mengendarai mobil listrik atau mobil biasa. Tadi saya kecepatannya kira-kira 60 km," kata Menteri Basuki di Surabaya, Selasa (19/12).Selain mobil listrik, Menteri Basuki juga meninjau Electric Solar Bus yang merupakan bus bertenaga matahari. Bus berwarna merah berkecepatan maksimal 50 km per jam ini dirilis sejak tahun 2015 dan sudah digunakan untuk transportasi mahasiswa.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan juga telah melakukan uji coba unit sepeda motor listrik GESlTS buatan Mahasiswa ITS dan Garansindo Group. Kendaraan roda dua berpenggerak listrik tersebut didesain ramah lingkungan dan hemat energi. "Pemerintah dan Presiden Jokowi mendukung hal ini terutama pertimbangan lingkungan dan kemandirian energi," ujar Menteri Jonan.Menteri Jonan berharap harga motor listrik nantinya dapat bersaing dengan harga motor berbahan bakar minyak. "Kalau bisa harga jualnya bersaing dengan motor yang menggunakan BBM, jadi harganya sama," jelasnya.

Rekomendasi